Sekolah Advent Kendari Terapkan Pembatasan Kuota Siswa Baru Sesuai Aturan Dinas

Meliana Tasya

Reporter

Jumat, 05 Juni 2026  /  11:38 am

Kepala Sekolah Gestuti Rampalodji, menjelaskan Sekolah Advent Kendari menerapkan pembatasan kuota siswa baru sesuai aturan. Foto: Meliana Tasya/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Sekolah Advent Kendari mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menerapkan pembatasan jumlah siswa sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Sekolah Advent Kendari, Gestuti Rampalodji, mengatakan mekanisme penerimaan siswa baru tahun ini secara umum tidak berbeda dengan sekolah lain karena mengikuti aturan dan jadwal yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan.

“Secara umum sama. Kami mengikuti aturan dari dinas, termasuk terkait jadwal dan jumlah siswa yang diterima,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Untuk jenjang SD, sekolah hanya menerima maksimal 28 siswa dalam satu kelas. Sementara pada tingkat taman kanak-kanak, kuota dibatasi hingga masing-masing 28 siswa untuk TK A dan TK B.

Menurut Gestuti Rampalodji, kebijakan pembatasan kuota tersebut merupakan bagian dari aturan baru yang harus dipatuhi seluruh satuan pendidikan.

Baca Juga: Hailai Hadir di Kendari Bawa Cita Rasa Wakatobi dan Konsep Ruang Terbuka

Meski demikian, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Sekolah Advent Kendari terus meningkat Hal itu terlihat dari jumlah siswa pada kelas-kelas bawah yang cenderung lebih banyak dibandingkan kelas atas.

“Kalau dilihat dari jumlah siswa saat ini, semakin rendah tingkat kelasnya justru semakin banyak. Ini menunjukkan minat masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Selain promosi yang dilakukan sekolah melalui media sosial dan pemasangan baliho, peningkatan jumlah pendaftar juga didorong oleh rekomendasi dari para orang tua siswa.

Banyak calon siswa baru mengetahui informasi sekolah dari orang tua yang telah lebih dahulu menyekolahkan anaknya di Sekolah Advent Kendari.

Dalam bidang akademik, sekolah mengandalkan program bilingual dengan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Siswa juga mendapatkan pembelajaran bahasa Mandarin yang diajarkan oleh tenaga pendidik berlatar belakang pendidikan magister Bahasa Mandarin dari China.

Tidak hanya itu, sejumlah siswa juga berhasil meraih prestasi pada berbagai kompetisi matematika yang diselenggarakan di tingkat daerah maupun nasional.

Sekolah Advent Kendari juga menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik. Siswa didorong untuk langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari, baik dalam pembelajaran bahasa, seni budaya, maupun kegiatan keagamaan.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya sehingga lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran,” katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran, sekolah berencana menambah sejumlah fasilitas, di antaranya pembangunan sarana olahraga futsal dan basket, perumahan guru, serta pengembangan gedung SMP yang saat ini masih memiliki satu ruang kelas.

Baca Juga: Realisasi PAD Sulawesi Tenggara Triwulan I 2026 Tembus 26,05 Persen, Bapenda Perkuat Pelayanan dan Edukasi Wajib Pajak

Selain pembelajaran di dalam kelas, siswa juga rutin mengikuti berbagai kegiatan luar sekolah seperti kunjungan sosial, pelatihan keterampilan, hingga program kewirausahaan yang melibatkan orang tua.

Melalui berbagai program tersebut, sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa yang mandiri, peduli terhadap sesama, serta memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang seimbang.

Sekolah Advent Kendari juga membuka kesempatan bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus, dengan tetap menyesuaikan layanan pendampingan yang diperlukan selama proses belajar berlangsung. (C-Adv)

Penulis: Meliana Tasya

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS