Sempat Mengudara, Pesawat Garuda Tujuan Kendari Tak Bisa Mendarat

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Rabu, 10 Agustus 2022  /  1:58 pm

Suasana dalam pesawat Garuda tujuan Kendari dengan nomor penerbangan GA604 memutuskan kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA604 rute Jakarta-Kendari tak bisa melakukan pendaratan di Bandara Haluoleo Kendari.

Penerbangan yang dilakukan sejak pukul 04.05 Wita dari Jakarta seharusnya dijadwalkan akan tiba di Kendari pada 08.00 wita. Namun pesawat yang sudah mengudara itu memutuskan kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Informasi pertama menunggu sekitar 15 menit selanjutnya 50 menit menunggu sekitar satu jam lebih mulai ada informasi kita kembali ke Makassar, karena cuaca buruk," ungkap Amsyal, salah seorang penumpang.

Lanjut Amsyal menceritakan suasana penumpang dalam pesawat setelah adanya pemberitahuan tersebut akan kembali ke Makassar masih kondusif.

Saat ini belum ada informasi lanjutan dari pihak penerbangan akan dilanjutkan. Semua penumpang dengan tujuan Kendari masih berada di Bandara Makassar.

Baca Juga: Warga Kendari Panik Diguncang Gempa, BMKG Beri Imbauan

"Aman dan tenang penumpang. Tadi waktu berputar sekitar dua jam di Kendari habis itu kembali ke Makassar disana kembali menunggu juga didalam pesawat karena cuaca di Kendari belum ada tanda-tanda diinformasikan kita dipersilahkan turun membawa semua barang bagasi," tambahnya.

Sementara itu Humas Bandara Haluoleo Kendari, Nuralamsyah mengungkapkan, pesawat melakukan Return To Base (RTB) karena tidak bisa landing dikarenakan cuaca.

Baca Juga: Seleksi JPTP Kota Kendari, 13 ASN akan Ikuti Empat Tahapan Asesmen

"Bukan cuaca buruk hanya tidak memungkinkan untuk landing di Kendari akhirnya dia kembali ke Makassar," tuturnya.

Lanjut Nur menambahkan, saat ini Kendari diguyur hujan  dan jarak pandang yang tidak bisa dilihat sama pilot pesawat memutuskan kembali ke Makassar.

"Cuacanya memang tidak bagus lagi mendung," pungkasnya. (A)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali