SKO Sultra Bina Ratusan Siswa Berbakat, Sekolah Gratis Cetak Atlet dan Generasi Mandiri

Ana Pratiwi

Reporter

Rabu, 01 April 2026  /  3:23 pm

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SKO Sultra, Nunartin (kedua dari kanan), bersama jajaran tenaga pendidik lainnya. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara terus memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan atlet muda dengan membina sekitar 194 siswa melalui sistem pendidikan terpadu berbasis asrama yang gratis dan terarah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SKO Sultra, Nunartin, mengungkapkan saat ini sekolah didukung 25 guru dan 15 tenaga kependidikan, serta membina lima cabang olahraga utama, yakni atletik, sepak takraw, dayung, pencak silat, dan karate.

“Kalau guru ada 25 orang, ditambah 15 tenaga kependidikan. Sementara siswa sekitar 194 orang,” ungkap Nunartin, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, SKO tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan akademik dan pembinaan karakter melalui sistem asrama.

Baca Juga: 15 Tahun BPR Bahteramas Kendari: Aset Tembus Rp 84 Miliar, Perkuat UMKM dan Siap Digitalisasi

Proses pembelajaran di SKO mengacu pada kurikulum nasional, yakni Kurikulum 2013 untuk kelas XII dan Kurikulum Merdeka untuk kelas X dan XI. Namun, pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan latihan atlet.

Kegiatan belajar dimulai pukul 07.15 hingga 12.30 Wita dengan durasi tatap muka lebih singkat, yakni sekitar 30 menit per mata pelajaran. Setelah itu, siswa melanjutkan latihan olahraga pada siang hingga sore hari.

“Di sini kami menyesuaikan dengan kebutuhan atlet. Jadi akademik tetap jalan, tapi latihan juga maksimal,” jelas Nunartin.

Dari sisi prestasi, siswa SKO Sultra terus menunjukkan capaian positif. Salah satunya meraih medali perak tingkat nasional pada cabang atletik nomor jalan cepat tahun ini. Cabang atletik menjadi penyumbang prestasi terbanyak.

Hal yang menarik adalah tidak semua siswa yang masuk telah memiliki rekam jejak prestasi. SKO sebaliknya menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan bakatnya sejak dini.

“Banyak yang awalnya belum punya prestasi, tapi setelah dibina di sini bisa berkembang. Bakat itu harus dilatih,” kata Nunartin.

Selain pembinaan olahraga dan akademik, SKO juga menanamkan kemandirian dan disiplin melalui sistem asrama. Siswa tinggal di lingkungan yang terkontrol, dengan dukungan fasilitas makanan, kesehatan, hingga pengawasan harian.

Nunartin menegaskan, seluruh layanan pendidikan di SKO tidak dipungut biaya. Mulai dari seragam, tempat tinggal, hingga uang saku ditanggung oleh pemerintah.

“Ini terbuka untuk semua anak Sulawesi Tenggara. Silakan dimanfaatkan, karena ini aset daerah,” tegasnya.

Baca Juga: RS Jantung Pembuluh Darah dan Ota Oputa Yi Koo Perkuat Layanan BPJS dan SDM di 2026

Dalam hal kelanjutan karier, banyak lulusan SKO yang berhasil melanjutkan ke institusi TNI dan Polri, berkat kesiapan fisik dan mental yang telah dibentuk selama masa pendidikan. Sebagian lainnya melanjutkan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.

Untuk menjaring siswa baru, SKO aktif melakukan sosialisasi ke berbagai daerah. Proses seleksi meliputi administrasi, tes fisik, cabang olahraga, hingga tes psikologi.

Adapun kuota penerimaan setiap tahun sekitar 70 siswa. Calon peserta didik diutamakan lulusan SMP dengan tinggi badan minimal 170 cm untuk laki-laki dan 165 cm untuk perempuan, serta memiliki potensi atau prestasi di bidang olahraga.

Melalui sistem pembinaan yang terstruktur dan dukungan penuh dari pemerintah, SKO Sultra diharapkan semakin dikenal masyarakat sebagai pilihan pendidikan unggulan, khususnya bagi anak-anak berbakat di bidang olahraga yang ingin meraih prestasi tanpa terkendala biaya. (C)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS