Sulawesi Tenggara Terancam Inflasi dan Perekonomian Bakal Terpuruk Akibat Sopir Mobil Kontainer Mogok Kerja

Thamrin Dalby

Reporter

Senin, 10 Juni 2024  /  8:17 pm

La Ode Ashar dari komisi III DPRD Kota Kendari bersama manager PT pelindo Regional Kendari, Capten Suparman saat membahas mogok para sopir kontainer. Foto: Thamrin Dalby/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Akibat ratusan sopir kontainer melakukan unjuk rasa, perekonomian di Sulawesi Tenggara terancam terpuruk bahkan bisa jadi akan terjadi inflasi. Hal ini jka seluruh kebutuhan masyarakat tidak diangkut dan diantar langsung ke perusahaan distributor.

Prediksi tersebut diungkapkan oleh Manager PT. Pelindo dan DPR Kota Kendari pada Senin (10/6/2024).

Pasca unjuk rasa yang dilakukan oleh seluruh sopir mobil kontainer di Kota Kendari pada Senin pagi di poros jalan menuju pelabuhan PT. Pelindo Kelurahan Bungkutoko, membuat ratusan peti kemas yang berisikan seluruh kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara bertumpuk dan aktivitas di pelabuhan PT.  pelindo terlihat macet total.

Untuk mengantisipasi hal tersebut berlarut, Capten Suparman selaku Manager PT. Pelindo Regional Kendari langsung mengajukan permohonan kepada penerintah Kota Kendari dan DPRD Kota Kendari, agar pihaknya diberi melakukan perawatan ringan atas kondisi jalan yang rusak menuju pelabuhan kontainer.

Baca Juga: Layanan Pertanahan di Kota Kendari Luncurkan Sertifikat Elektronik

"Jika ini kami biarkan berlanjut, maka secara otomatis akan berdampak kepada perokonomian masyatakat Sulawesi Tenggara, bahkan sampai ke Sulawesi Tengah," ujarnya.

Hal ini dikarenakan semua kebutuhan pokok masyarakat ada didalam kontainer, dan sesuai perintah Presiden bahwa semua kontainer tidak boleh dibiarkan lama di pelabuhan dan harus segera didistribusikan ke masyarakat.

"Karena jalan tersebut adalah milik pemerintah Kota Kendari, maka saya mengajukan permohonan ke DPRD dan Pemerintah Kota Kendari agar diberi ijin untuk melakukan perbaikan ringan," ungkap Suparman.

Ia juga menambahkan, ada empat pihak yang terlibat dalam pembangunan peti kemas, yaitu dari pihak provinsi yang bertugas membangun jembatan, pihak Kota  bertugas membangun jalan, KSOP II Kendari bertugas mengurus seluruh izin dan pihak Pelindo membangun pelabuhan serta seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam pengangkutan kontainer.

"Dan Alhamdulillah, permohonan kami dikabulkan pemerintah kota hingga kami langsung melakukan pemerataan jalan masuk menuju Pelindo," ungkap Suparman

Sementara itu, La ode Ashar dari Komisi tiga DPRD Kota Kendari langsung mendatangi dan menemui Manager PT. Pelindo Regional Kendari.

"Ini tidak bisa dibiarkan, karena dia punya multi player efek yang luar biasa bagi perputaran perekonomian khususnya di Kota Kendari," ujarnya.

Maka ketika ada laporan, ia langsung terjun ke lapangan guna melakukan peninjauan apa kendala yang terjadi di lapangan.

"Jangan melihat mereka sebagai sopir saja, tapi peran mereka sangat besar dalam membantu perputaran ekonomi kita," katanya.

Baca Juga: Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Beberkan Sejumlah Temuan dalam Audit BPK RI

Bagaimana jika kontainer tersebut tidak berjalan maka semua kebutuhan seperti gula, minyak kelapa, dan kebutuhan lainnya akan bertumpuk di pelabuhan dan secara otomatis barang akan langkah dan mahal dan sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat.

"Saya bersukur, karena pihak PT.  Pelindo sudah melakukan antisipasi keluhan parah sopir," tambah La Ode Ashar.

Sementara itu, dari keterangan Abdul Malik, Kabid Bina Marga Kota Kendari mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran untuk perbaikan dan pembenahan di jalan menuju pelabuhan kontainer.

"Sudah beberapa hari kami bahas terkait masalah ini dan kami akan melakukan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu yang pendek, tinggal menunggu ADDnya saja," pungkasnya. (A)

Penulis: Thamrin Dalby

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS