Syahrul Seharusnya Tiba di Indonesia 1 Oktober, NasDem: Beberapa Hari Lagi

Mustaqim

Reporter

Rabu, 04 Oktober 2023  /  11:55 am

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, masih berada di luar negeri. Foto: Ist.

JAKARTA, TELISIK.ID – Keberadaan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), pasca penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinas dan kantornya di Kementerian Pertanian, hingga kini belum diketahui.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) serta Imigrasi meyakini SYL masih berada di luar negeri.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yasonna Laoly, membenarkan bahwa SYL belum tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

SYL saat itu diketahui berada di Roma, Italia, menghadiri acara forum pangan sedunia. Yakni Global Conference on Sustainable Livestock Transformation yang diadakan oleh FAO (Food and Agriculture Organization/Organisasi Pangan dan Pertanian).

Namun, ketika masih berada di Roma yang bertepatan dengan penggeledahan di rumah dinasnya di Widya Chandra oleh KPK pada Kamis (28/9/2023), hingga kini SYL tiba di Indonesia. “Belum, belum, belum masuk (ke Indonesia),” ungkap Yasonna kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Yasonna mengatakan, pihaknya tidak berwenang melakukan pencarian. Dia menyerahkan hal itu ke kepolisian dan KPK. “Kalau kita tak bisa cari. Polisi dan KPK yang cari. Kalau kita kan kerjalah dengan negara-negara lain,” ujarnya sambil menjelaskan belum ada surat permintaan bantuan dari KPK.

Terkait perjalanan SYL ke Roma, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Silmy Karim menjelaskan, SYL meninggalkan Indonesia pada 24 September 2023 dan direncanakan kembali ke Tanah Air pada 1 Oktober 2023.

“24 September 2023 meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, kemudian menggunakan Qatar Airways menuju Doha, tujuannya adalah ke Roma. Kemudian kembali lagi direncanakan tanggal 30 (September 2023) sampai di Indonesia tanggal 1 Oktober. Tapi di situ kita sudah cek belum termonitor di sistem bahwa yang bersangkutan di Indonesia,” urai Silmy.

Baca Juga: KPK Amankan Senjata Api dan Uang Tunai Puluhan Miliar di Rumah Mentan Syahrul Yasin Limpo

Kendati demikian, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, membantah adanya indikasi SYL kabur terkait proses hukum di KPK. Meski sampai saat ini belum kembali ke Tanah Air dari kunjungan kerja ke luar negeri.

“Wah insyaAllah sih nggak (indikasi kabur) ya. Mudah-mudahan kita doakan bersama-sama agar bisa selesai. InsyaAllah,” ujar Harvick kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).

Harvick menceritakan, komunikasi terakhir dirinya dengan SYL terjadi sebelum berangkat ke Spanyol. Dia membenarkan ada dua kunjungan kerja ke luar negeri, yakni ke Italia dan Spanyol.

“Sebelum berangkat ya di acara Spain itu. Kan ada dua kunjungan ya. Ada di Roma, Italia, dan ada di Spanyol,” ujar Harvick yang juga kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Harvick menegaskan, sampai saat ini belum ada komunikasi lagi dengan SYL. Dia pun mengakui pemerintah dan instansi terkait mulai mencari posisi SYL.

“Kelihatannya pemerintah, tentu instansi yang bertanggung jawab sama hal ini mungkin sudah mulai mencari posisi keberadaan Pak Menteri kita,” katanya.

Harvick yang Selasa ini menghadiri rapat terbatas (Ratas) soal penanganan dampak El Nino di Istana Kepresidenan mewakili SYL, juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak bertanya soal keberadaan SYL.

Harvick mengatakan, secara umum Jokowi memberi arahan agar kerja-kerja yang ada terus berjalan. Termasuk memberikan arahan agar pelayanan publik Kementan tak berhenti.

“Ya tentu secara organisasi, Pak Presiden mengarahkan kita agar tupoksi tetap berjalan sesuai tugas masing-masing di Kementerian Pertanian, utamanya tentu saja karena ini menyangkut teknis ada 5 Direktorat Jenderal, 4 Badan, 1 Sekjen, 1 Irjen, ini kita harus tetap berjalan tidak boleh berhenti karena bagian dari pelayanan masyarakat,” urainya.

Baca Juga: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Petani Konawe Selatan Tanam Padi Malam Hari

Selama keberadaan SYL belum diketahui, Harvick otomatis mengisi kekosongan jabatan SYL. Dia menekankan arahan Jokowi agar tidak boleh ada kebijakan strategis yang berhenti.

“Ya tentu. Itu secara otomatis memang karena memang saya pejabat satu kotak dengan Pak Menteri sama-sama kami dilantik oleh Pak Presiden tentu untuk mengisi kekosongan, apalagi yang bersifat policy (kebijakan, red) keputusan-keputusan strategis tentu tidak harus berhenti,” jelasnya.

Harvick mengatakan Jokowi sudah tahu soal SYL yang belum jelas keberadaannya. Namun, dia belum mengambil langkah apa pun dan menunggu arahan Jokowi.

“Oh sudah, sudah, sudah tahu kalau Pak Presiden (terkait keberadaan SYL) terus juga kawan-kawan di Setneg (Sekretariat Negara, red) dan Seskab (Seretaris Kabinet, red) juga sudah tahu,” ujarnya.

Setelah diketahui bahwa SYL yang merupakan kader Partai NasDem belum juga tiba di Indonesia, Partai NasDem tidak tinggal diam. “Pak Mentan lagi ada giat lain yang memang sudah terjadwal,” ungkap Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem, Ahmad Sahroni, Selasa (3/10/2023).

Sahroni menegaskan, SYL telah diperintahkan Ketum NasDem, Surya Paloh, kembali ke Indonesia dan akan tiba beberapa hari lagi.

“Perintah Ketua Umum segera kembali ke Tanah Air. Setelah kembali Pak Mentan akan menghadap Ketua Umum dahulu,” tegas Sahroni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini. (A)

Reporter: Mustaqim

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS