Unik: Mahasiswa S2 di Jogja Sidang Proposal Tesis Pakai Kostum Kamen Rider Black
Content Creator
Minggu, 26 Juli 2026 / 7:38 pm
Yogi Fajar Darmawan mahasiswa program magister mengenakan kostum Kamen Rider Black saat sidang proposal tesis. Foto: Repro publika.id
YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Seorang mahasiswa Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta membuat heboh saat menjalani ujian proposal tesis.
Yogi Fajar Darmawan (23), mahasiswa asal Lampung, datang mengenakan kostum lengkap Kamen Rider Black (Ksatria Baja Hitam) pada Senin (20/7/2026).
Aksi tersebut bukan sekadar gimmick. Yogi sengaja memilih penampilan itu untuk mendukung tema tesisnya yang membahas stigma sosial terhadap komunitas cosplayer di Indonesia.
“Saya membahas tentang cosplay yang membahas tentang stigma masyarakat,” ujar Yogi seperti dikutip dari kompas.com, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Unik: Petugas SPPG di Wonosobo Beri Nama Anaknya Muhammad MBG Subianto sebagai Bentuk Syukur
Ia berharap penelitiannya dapat memperkaya studi budaya populer dan mendorong masyarakat lebih memahami keberagaman ekspresi budaya serta bersikap kritis terhadap stigma yang masih melekat pada komunitas cosplay.
Menurut Yogi, cosplayer sering dipandang sebelah mata, dianggap tidak serius, atau bahkan “aneh”.
Padahal, cosplay merupakan bentuk seni, kreativitas, dan ekspresi diri yang memiliki komunitas yang kuat serta berkontribusi pada industri kreatif.
Baca Juga: Unik: Anak Sapi Bermata Tiga Lahir di Magetan, Pemilik Tolak Tawaran Rp 1 Miliar
Dosen dan pihak kampus USD dikabarkan mendukung aksi Yogi ini sebagai bentuk ekspresi akademik yang kreatif dan sesuai dengan bidang kajian budaya, dilansir dari Tribunnews, Minggu (26/7/2026).
Berita ini cepat menyebar di media sosial. Banyak netizen memberikan apresiasi atas totalitas dan keberanian Yogi, meski ada pula yang menganggapnya sebagai momen unik dan menghibur di dunia akademik.
Yogi merupakan penggemar berat tokusatsu, khususnya seri Kamen Rider. Ia memilih kostum Kamen Rider Black karena karakter tersebut merupakan seri awal yang ikonik dan merepresentasikan tema transformasi serta perjuangan sesuai dengan semangat memperjuangkan penerimaan terhadap subkultur cosplay.
Kasus ini menambah daftar sidang skripsi/tesis kreatif di Indonesia, di mana mahasiswa kerap menggunakan kostum atau properti untuk memperkuat presentasi argumen mereka. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS