10 Jurusan Kuliah Paling Gampang Dapat Kerja di 2026, Berikut Daftarnya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 26 Mei 2026
0 dilihat
Persaingan kerja 2026 makin ketat, sejumlah jurusan kuliah diprediksi lebih mudah mendapat pekerjaan setelah lulus. Foto: Repro Untidar
" Persaingan kerja yang semakin ketat pada 2026 membuat sejumlah jurusan kuliah diprediksi lebih mudah mendapat pekerjaan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Persaingan kerja yang semakin ketat pada 2026 membuat sejumlah jurusan kuliah diprediksi lebih mudah mendapat pekerjaan, terutama bidang teknologi, industri, dan bisnis.
Persaingan dunia kerja diperkirakan semakin ketat pada 2026 seiring meningkatnya jumlah lulusan baru, ketidakpastian ekonomi global, serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Di tengah kondisi tersebut, pemilihan jurusan kuliah dinilai masih menjadi salah satu faktor penting yang menentukan peluang mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Banyak calon mahasiswa mulai mempertimbangkan jurusan yang memiliki prospek kerja tinggi dan sesuai kebutuhan industri.
Melansir dari CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026), berdasarkan survei Gaji Musim Dingin 2026 yang dirilis National Association of Colleges and Employers (NACE), sejumlah jurusan disebut masih menjadi incaran perusahaan dalam proses perekrutan tenaga kerja baru.
Survei tersebut dilakukan terhadap 150 organisasi anggota pada periode 8 Oktober hingga 30 November 2025. Hasilnya menunjukkan perusahaan masih membutuhkan lulusan dengan keterampilan yang relevan terhadap perkembangan industri dan transformasi digital.
Baca Juga: Pengumuman UTBK SNBT 2026 di Semua PTN Indonesia, Berikut Jadwal dan Akses Link Resminya
Berikut daftar 10 jurusan kuliah yang diprediksi paling gampang mendapat kerja pada 2026 berdasarkan persentase perusahaan yang berencana merekrut lulusan baru:
1. Keuangan – 61,3 persen.
2. Teknik Mesin – 61,3 persen.
3. Ilmu Komputer – 60 persen.
4. Akuntansi – 58,7 persen.
5. Administrasi atau Manajemen Bisnis – 58,7 persen.
6. Teknik Elektro – 51,3 persen.
7. Ilmu dan Sistem Informasi – 48 persen.
8. Logistik atau Rantai Pasokan – 44,7 persen.
9. Pemasaran – 44 persen.
10. Sumber Daya Manusia (SDM) – 40 persen.
Jurusan keuangan dan teknik mesin menjadi bidang yang paling banyak dicari perusahaan dengan tingkat permintaan mencapai 61,3 persen. Banyak perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengelola sistem keuangan serta mendukung sektor industri dan manufaktur.
Sementara itu, ilmu komputer tetap menjadi salah satu jurusan favorit di tengah perkembangan AI dan percepatan transformasi digital. Lulusan bidang tersebut dinilai memiliki peluang kerja cukup besar karena kebutuhan perusahaan terhadap pengembangan teknologi terus meningkat.
Permintaan terhadap lulusan teknik elektro dan sistem informasi juga masih cukup tinggi. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mendukung pengembangan sistem digital, infrastruktur teknologi, hingga operasional industri modern.
Di sisi lain, lulusan baru atau fresh graduate masih menghadapi tantangan besar di pasar kerja global. Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan ekonomi negara tersebut hanya menambah sekitar 181 ribu pekerjaan sepanjang 2025.
Jumlah tersebut menurun tajam dibandingkan 2024 yang mencatat penambahan sekitar 1,46 juta pekerjaan. Kondisi itu membuat sejumlah perusahaan mulai menahan perekrutan, terutama untuk posisi entry level.
Laporan Ketenagakerjaan Lulusan 2025 dari perusahaan teknologi pendidikan Cengage Group juga menyebut pasar kerja bagi fresh graduate menjadi salah satu yang paling sulit dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Syarat SPMB 2026/2027 Resmi Pakai Mekanisme TKA Penentu Jalur Prestasi, Begini Penjelasannya
Dalam laporan tersebut disebutkan hanya sekitar 30 persen lulusan yang berhasil memperoleh pekerjaan sesuai bidang studinya. Selain itu, lebih dari 75 persen perusahaan mengaku merekrut jumlah karyawan entry level yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski begitu, survei NACE menunjukkan proyeksi gaji pokok tahunan lulusan perguruan tinggi pada 2026 diperkirakan meningkat di hampir seluruh bidang studi. Hanya jurusan ilmu sosial yang diproyeksikan mengalami penurunan gaji awal dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain kemampuan akademik, perusahaan kini juga mulai mempertimbangkan keterampilan tambahan seperti penguasaan teknologi, komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan industri yang berlangsung cepat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS