Pesta Literasi II 2024: Asa Pelestarian Bahasa Tolaki Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu
Siti Nabila, telisik indonesia
Sabtu, 23 November 2024
0 dilihat
Penutupan Pesta Literasi (Pelita) II 2024 (22/11/2024). Foto: Nabila/Telisik
" Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (BBST) menggelar Pesta Literasi (Pelita) II 2024 sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah Tolaki melalui serangkaian lomba yang diselenggarakan di sebuah hotel di Kendari pada 19–22 November 2024 "

KENDARI, TELISIK.ID – Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (BBST) menggelar Pesta Literasi (Pelita) II 2024 sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah Tolaki melalui serangkaian lomba yang diselenggarakan di sebuah hotel di Kendari pada 19–22 November 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya lokal.
Salah satu acara utama dalam Pesta Literasi II adalah Festival Tunas Bahasa Ibu, yang diikuti oleh pelajar dari jenjang SD hingga SMP yang berasal dari tujuh daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Festival ini menyajikan berbagai lomba menarik, seperti mendongeng, pidato, menulis cerpen, komedi tunggal, dan menyanyi dengan menggunakan bahasa Tolaki.
Keberagaman acara tersebut semakin meriah dengan penampilan bintang tamu, komedian Stand Up Comedy Indonesia, Ary Keriting, yang turut menghibur peserta dan pengunjung.
Kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Dr. Uniawati, menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan wadah bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan berbahasa Tolaki mereka.
Baca Juga: Bahasa Tolaki jadi Kurikulum Jenjang SD dan SMP di Kota Kendari
Lomba-lomba yang digelar bertujuan untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya melestarikan bahasa daerah, agar bahasa Tolaki tetap hidup dan tidak punah.
“Lomba-lomba ini adalah hasil dari pelatihan yang kami berikan kepada para guru bahasa Tolaki. Kami telah melatih 252 guru dari tujuh daerah di Sulawesi Tenggara, yaitu Kota Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara. Para guru ini kemudian mengajarkan materi yang mereka peroleh kepada murid-muridnya, yang kini berkompetisi di Festival Tunas Bahasa Ibu,” ujar Dr. Uniawati pada Jumat (22/11/2024) malam.
Pelatihan yang diberikan kepada guru-guru bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajarkan bahasa Tolaki kepada siswa. Hasil dari pelatihan ini terlihat pada partisipasi pelajar dalam lomba-lomba yang diadakan.
Festival ini, yang melibatkan ratusan peserta, merupakan langkah konkret dalam upaya menjaga dan mengembangkan bahasa Tolaki.
Dr. Uniawati juga menekankan bahwa pelatihan dan lomba ini sangat penting karena bahasa Tolaki, seperti banyak bahasa daerah lainnya, terancam punah.
“Kami melibatkan pelajar SD hingga SMP karena mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan bahasa daerah kita. Jangan biarkan bahasa daerah kita punah, karena itu adalah bagian dari identitas budaya kita yang sangat berharga,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Iman Budi Utomo, menyampaikan bahwa revitalisasi bahasa daerah telah menunjukkan hasil yang positif, dengan meningkatnya pembelajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah dari SD hingga SMP.
“Sejak 2021, kami memprogram revitalisasi bahasa daerah di seluruh Indonesia, dan antusiasme masyarakat untuk menggunakan kembali bahasa daerahnya cukup baik,” ujarnya.
Iman menambahkan, pengajaran bahasa daerah dilakukan dengan melibatkan guru-guru yang telah dilatih untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bahasa daerah.
Di wilayah yang penggunaan bahasa daerahnya masih baik, pola pembelajaran di sekolah menjadi kunci dalam memperkenalkan bahasa Tolaki kepada pelajar.
Baca Juga: Lestarikan Bahasa Tolaki Melalui Dongeng
"Sasaran utama adalah siswa SD hingga SMP, yang merupakan tunas penerus pengguna bahasa daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara," jelasnya.
Untuk mengukur keberhasilan program revitalisasi ini, setiap tahun diadakan Festival Tunas Bahasa Ibu Indonesia (FTBI), yang berbentuk lomba kemahiran bahasa di berbagai bidang, seperti seni lagu, sastra, menulis cerita, pidato, dan lainnya.
Iman Budi Utomo juga menekankan bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap 21 Februari, yang digagas oleh UNESCO, menjadi pengingat pentingnya pelestarian bahasa daerah.
“Tema peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2024 adalah 'Pendidikan Multibahasa Sebagai Pilar Pembelajaran Antar Generasi yang Harus Kita Jaga Agar Tak Punah'. Tema ini sangat relevan dengan upaya kita untuk melestarikan bahasa daerah, termasuk bahasa Tolaki, yang merupakan bagian dari identitas kita,” tutupnya.
Pesta Literasi II 2024 dan program revitalisasi bahasa daerah ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga dan mengembangkan Bahasa Tolaki, serta bahasa daerah lainnya, agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman. (B)
Penulis: Siti Nabila
Editor: Fitrah Nugraha
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS