10 Negara Ekonomi Moncer Paling Royal Belanja Pendidikan 2026, Indonesia Masuk Kelompok Terendah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 13 Juli 2026
0 dilihat
Sistem pendidikan Swedia mewajibkan anak-anak harus masuk sekolah setidaknya 10 tahun dimulai usia 6 tahun. Foto: Repro Hellocotuon
" Indonesia tercatat menjadi negara dengan porsi anggaran pendidikan terhadap PDB terendah di antara 40 ekonomi terbesar dunia "

JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah persaingan ekonomi global, Indonesia tercatat menjadi negara dengan porsi anggaran pendidikan terhadap PDB terendah di antara 40 ekonomi terbesar dunia.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan porsi pengeluaran pendidikan terhadap produk domestik bruto (PDB) paling rendah di antara 40 negara dengan ekonomi terbesar dunia.
Berdasarkan data yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (13/7/2026), alokasi anggaran pendidikan Indonesia hanya mencapai 1,3 persen dari PDB.
Sebaliknya, sejumlah negara maju justru mengalokasikan porsi anggaran yang jauh lebih besar untuk sektor pendidikan. Swedia menjadi negara dengan pengeluaran pendidikan terbesar di kelompok ekonomi utama dunia, yakni mencapai 7,3 persen dari PDB.
Posisi berikutnya ditempati Denmark dengan alokasi 6,4 persen dari PDB, disusul Belgia 6,3 persen, Inggris 5,9 persen, Brasil 5,6 persen, serta Amerika Serikat dan Korea Selatan yang masing-masing mengalokasikan 5,4 persen dari PDB.
Baca Juga: Lontaran Kalimat Menohok, Prabowo: Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain
Indonesia berada di urutan paling bawah dalam kelompok tersebut dengan alokasi 1,3 persen dari PDB. Angka itu juga lebih rendah dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Vietnam yang mengalokasikan 2,9 persen, Thailand 2,5 persen, dan Singapura 2,2 persen.
Berikut 10 negara ekonomi terbesar dengan porsi pengeluaran pendidikan terhadap PDB tertinggi pada 2026:
1. Swedia — 7,3 persen dari PDB
2. Denmark — 6,4 persen
3. Belgia — 6,3 persen
4. Inggris — 5,9 persen
5. Brasil — 5,6 persen
6. Amerika Serikat — 5,4 persen
7. Korea Selatan — 5,4 persen
8. Prancis
9. Australia
10. Kanada
Sementara itu, Indonesia berada di posisi terbawah dalam kelompok 40 negara dengan ekonomi terbesar dunia, dengan alokasi anggaran pendidikan sebesar 1,3 persen dari PDB.
Apabila cakupan data diperluas ke seluruh negara di dunia, negara-negara kepulauan kecil justru mendominasi daftar dengan proporsi belanja pendidikan terbesar terhadap PDB.
Kiribati menempati posisi pertama dengan alokasi 16,4 persen dari PDB, diikuti Tuvalu 12,9 persen, Mikronesia 11,6 persen, Namibia 9,1 persen, dan Aljazair 9,0 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa besarnya alokasi anggaran pendidikan tidak hanya dilakukan oleh negara-negara dengan ekonomi maju. Sejumlah negara berkembang maupun negara kepulauan juga memberikan porsi anggaran yang besar untuk sektor pendidikan sebagai bagian dari kebijakan pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: 5 Alasan ASN Bolos Kerja hingga Dipecat Sepanjang 2025-2026
Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), besarnya pengeluaran pendidikan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari prioritas kebijakan pemerintah, kondisi demografi, hingga kemampuan fiskal masing-masing negara.
Negara dengan populasi usia muda yang besar umumnya membutuhkan investasi pendidikan lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan. Sebaliknya, negara dengan populasi yang menua cenderung memiliki tekanan yang lebih rendah terhadap kebutuhan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah di setiap negara juga harus menyeimbangkan anggaran pendidikan dengan kebutuhan sektor lain, seperti kesehatan, pensiun, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur.
Bank Dunia menilai besarnya anggaran pendidikan bukan satu-satunya penentu keberhasilan sistem pendidikan. Efektivitas penggunaan anggaran, kualitas tenaga pendidik, tata kelola, serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana menjadi faktor penting yang menentukan peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS