adplus-dvertising

PPKM Darurat Belum Optimal, Menko Luhut Minta Maaf Kepada Rakyat Indonesia

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Minggu, 18 Juli 2021
2433 dilihat
PPKM Darurat Belum Optimal, Menko Luhut Minta Maaf Kepada Rakyat Indonesia
Konferensi Pers Menko Luhut B. Panjaitan terkait Media Update Kondisi PPKM Darurat. Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemenko Marves

" Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia dalam konferensi pers evaluasi PPKM Darurat secara virtual. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia dalam konferensi pers evaluasi PPKM Darurat secara virtual, Sabtu (17/7/2021) malam.

Hal itu disebabkan penanganan COVID-19 di Indonesia, khususnya selama  Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, belum optimal dalam menekan laju penambahan kasus baru COVID-19.

Adapun kenaikan kasus baru saat ini disumbang oleh adanya virus varian delta yang memiliki tingkat penularan 7 kali lebih tinggi dibandingkan varian lainnya.


Luhut menegaskan, bersama jajaran kementerian lainnya, akan terus bekerja untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Kebijakan lain yang akan membantu masyarakat juga akan terus diberikan oleh pemerintah.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan tahun 2014-2015 ini terus memastikan dalam upaya menyelesaikan pandemi ini terutama menghadapi varian delta, tidak hanya dengan menambah tempat tidur rumah sakit, dokter dan perawat.

Penambahan tenaga kesehatan dan fasilitas isolasi di rumah sakit dinilai sebagai solusi sementara. Meski demikian, penambahan fasilitas rumah sakit terus dilakukan pemerintah.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 45 Orang, 10 Meninggal

“Menambah fasilitas Rumah Sakit hanyalah solusi sementara. Solusi permanen adalah menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan percepat program vaksinasi yang Bapak Presiden perintahkan berkali-kali agar tercipta herd immunity," ujarnya.

Pihaknya juga sekarang sementara melakukan evaluasi mengenai perlukah adanya perpanjangan PPKM Darurat atau tidak.

Lebih lanjut, ia meminta kekompakan dari masyarakat dan semua pihak dalam menghadapi permasalahan ini bersama-sama.

"Kalau kita tidak kompak, kita tidak satu, tidak akan bisa kita selesaikan. Ini nanti bisa turun, bisa muncul lagi nanti kalau kita tidak disiplin," ujar Luhut.

Lebih lanjut, ia juga mengajak semua pihak untuk bersama pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dan mengingatkan agar situasi saat ini tak dijadikan sebagai alat politisasi.

"Jadi kata kunci semua saya imbau kepada masyarakat, pada semua kita, jangan kita politisasi ini (pandemi COVID-19). Mari kita bekerja bersama," katanya.

Baca juga: Anggaran Kartu Prakerja Kini Jadi Rp 30 Triliun

Kemudian terkait PPKM Darurat, hasil evaluasinya akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi. Apapun keputusannya, akan diumumkan pada 2 atau 3 hari ke depan.

"Kami akan laporkan kepada Bapak Presiden. Saya kira dalam 2 atau 3 hari ke depan kita akan mengumumkan secara resmi," imbuhnya.

Terakhir dalam keterangannya Luhut sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa dan Bali menyampaikan permintaan maafnya kepada rakyat Indonesia jika PPKM Darurat belum maksimal.

"Dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa-Bali ini masih belum optimal," ujarnya

Luhut menambahkan, pemerintah berjanji akan bekerja keras untuk mengendalikan pandemi COVID-19 dalam PPKM Darurat.

"Saya dengan jajaran akan terus bekerja keras untuk menurunkan varian delta ini dan menyalurkan seluruh Bansos kepada masyarakat," kata Luhut. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga