10 Sniper Paling Mematikan dalam Sejarah, Ratusan Nyawa Melayang Lewat Tarikan Pelatuk Senjatanya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 14 Juli 2024
0 dilihat
10 Sniper Paling Mematikan dalam Sejarah, Ratusan Nyawa Melayang Lewat Tarikan Pelatuk Senjatanya
Sniper merupakan salah saru mesin pembunuh di medan perang yang efektif. Foto: Repro inessinsider.com

" Beberapa sniper (penembak jitu) telah tercatat dalam sejarah sebagai mesin perang efektif tak hanya di medan tempur berhutan, tapi juga di perkotaan dan gurun pasir "

JAKARTA, TELISIK.ID - Beberapa sniper (penembak jitu) telah tercatat dalam sejarah sebagai mesin perang efektif. Tak hanya di medan tempur berhutan, kegarangan mereka mengubah medan perkotaan dan gurun pasir menjadi kawasan tempur yang sangat atraktif.

Keefektifan peran sniper ini didukung oleh peralatan yang mumpuni, sehingga mereka lihai bermanuver dan membidik nyawa target melalui tarikan pelatuk senapan runduknya.

Berikut daftar sniper paling mematikan dalam sejarah, dikutip dari sindonews.com, Minggu (14/7/2024).

1. Simo Hayha (Tentara Finlandia)

Punya julukan The White Death dengan  jumlah korban 705 pembunuhan yang dikonfirmasi (505 dengan senapan, 200 dengan senapan mesin ringan). Senjata andalan: Finlandia M/28-30 dalam 7,62 × 53mmR dengan tanda besi dan senapan mesin ringan Suomi KP/-31.

Julukan The White Death disematkan pada Simo Hayha karena semua aksinya dilakukan di musim salju. Saat orang normal kesulitan di musim salju, Simo Hayha berhasil menjatuhkan ratusan orang dengan senapannya. Ia adalah tentara Finlandia yang memegang rekor 705 korban, dengan 505 korban ditembak menggunakan senapan dan sisanya dengan senapan mesin ringan.

2. Carlos Norman Hathcock II (Tentara Marinir Amerika Serikat)

Dengan julukam Long Trung du Kich White Feather Sniper, jumlah korban 93 pembunuhan yang dikonfirmasi. Senjata andalan: Winchester Model 70 in .30-06 dengan 8x Unertl scope. Carlos Norman Hathcock II dikenal sebagai White Feather karena memakai bulu putih di topinya.

Dia membukukan rekor 93 korban selama Perang Vietnam. Aksinya membuat pihak lawan kesulitan, sehingga ia menjadi target dengan nilai buruan sebesar USD30.000 bagi siapapun yang bisa membunuhnya.

3. Adelbert F. Waldron (Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS)

Jumlah korban 109 pembunuhan yang dikonfirmasi. Senjata andalannya  M-21 semi-otomatis di 7.62 NATO dengan cakupan ART Leatherwood 3-9x. Adelbert F. Waldron III adalah sniper Amerika yang bertugas selama Perang Vietnam.

Bca Juga : Kilas Balik Bom Atom Pertama Kali Dijadikan Senjata Pemusnah Massal dan 9 Negara Koleksi Nuklir Terbanyak

Ia berhasil menjatuhkan 109 korban, memegang rekor sebagai sniper Amerika dengan korban terbanyak hingga tahun 2011.

4. Corporal Francis Pegahmagabow (Tentara Kanada)

Jumlah korban mencapai 378 pembunuhan lebih dari 300 ditangkap. Senjata andalan Ross Rifle in .303 British dengan cakupan teleskopik Winchester A5. Selama Perang Dunia I, Francis Pegahmagabow dianggap sebagai sniper paling efektif.

Ia membunuh 378 tentara Jerman dan menangkap lebih dari 300. Atas jasanya, ia mendapatkan tiga medali militer.

5. Lyudmila Pavlichenko (Tentara Merah Uni Soviet)

Jumlah korban 309 pembunuhan yang dikonfirmasi dengan  Senjata andalan Mosin-Nagant Model 1891 dalam 7,62 × 54mmR dengan lingkup 4x PE. Pada Juni 1941, Lyudmila Pavlichenko adalah seorang gadis berusia 24 tahun saat Nazi Jerman menyerang Uni Soviet.

Selama konflik di Odessa, ia membunuh 187 musuh dalam 2 setengah bulan. Total korban yang dicatat selama Perang Dunia II adalah 309.

6. Vasily Zaytsev (Tentara Merah Uni Soviet)

Jumlah korban 242 pembunuhan yang dikonfirmasi. Senjata andalan,  Mosin Nagant M91 / 30 Sniper Rifle dalam 7.62 × 54mmR dengan scope Soviet 4x. Selama Perang Dunia II, Vasily Zaytsev mendapatkan penghargaan sebagai penembak jitu paling hebat sepanjang masa.

Aksinya diangkat ke layar lebar pada 2001 dengan judul, Enemy at the Gates, bersumber dari idntimes.com.

7. Rob Furlong (Tentara Kanada)

Rekor tembakan terpanjang 1,51 mil atau 2.430 meter. Senjata andalan McMillan Tac-50 dalam .50 BMG. Rob Furlong, lahir pada 11 November 1976, memegang rekor tembakan paling jauh pada 2002 saat Operation Anaconda di Afghanistan. Ia berhasil menembak mati musuhnya yang berada dalam jarak 2.430 meter.

8. Charles Chuck Mawhinney (Tentara Marinir AS)

Jumlah korban: 103 tembakan tepat sasaran. Senjata andalan: M40 Sniper Rifle dalam 7.62 × 51mm NATO dengan jangkauan daya variabel Redfield 3-9x Accurange. Charles Benjamin Mawhinney, yang dikenal dengan nama Chuck, adalah sniper angkatan laut Amerika Serikat selama Perang Vietnam.

Baca Juga: Tanpa Disadari, Ternyata Ada Pasukan Sniper Jaga Nyawa Jokowi

Ia membukukan 103 rekor tembakan tepat sasaran, menjadikannya sniper dengan rekor terbanyak di sejarah angkatan laut Amerika.

9. Mayor Erwin Konig (Tentara Jerman)

Jumlah korban 500 pembunuhan yang dikonfirmasi. Senjata andalan Karabiner 98k dalam Mauser 7,92x57mm dengan cakupan Zeiss ZF42. Erwin Konig adalah penembak dari Jerman saat Perang Dunia II. Dalam buku Peter Brookesmit, Sniper Training, Techniques and Weapon,

disebutkan Erwin König berhasil menembak sekitar 500 musuh. Namun, pihak Jerman tidak mengakui ada nama Erwin Konig yang pernah bertempur.

10. Mayor Ivan Sidorenko (Tentara Merah Uni Soviet)

Jumlah korban mencapai 500 lewat senjata andalannya Mosin-Nagant M1891 / 30 dalam 7,62 × 54mmR dengan lingkup PU. Ivan Mikhailovich Sidorenko adalah seorang mantan tentara merah Uni Soviet yang bertugas selama Perang Dunia II. Ia adalah salah satu sniper tersukses dengan lebih dari 500 pembunuhan yang dikonfirmasi. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga