17 Paguyuban Ramaikan Lomba Kemerdekaan IWSS Sultra, Adu Kreativitas hingga Kuliner Khas Sulsel

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 24 Agustus 2026
0 dilihat
17 Paguyuban Ramaikan Lomba Kemerdekaan IWSS Sultra, Adu Kreativitas hingga Kuliner Khas Sulsel
Sebanyak 17 paguyuban Sulawesi Selatan di Sultra adu kreativitas dalam lomba kemerdekaan IWSS mempererat persaudaraan dan budaya. Foto: Ist.

" Sebanyak 17 paguyuban Sulawesi Selatan di Sulawesi Tenggara mengikuti lomba kemerdekaan IWSS Sultra yang memadukan kreativitas, seni, budaya, dan semangat kebersamaan dalam suasana HUT RI "

KENDARI, TELISIK.ID - Sebanyak 17 paguyuban Sulawesi Selatan di Sulawesi Tenggara mengikuti lomba kemerdekaan IWSS Sultra yang memadukan kreativitas, seni, budaya, dan semangat kebersamaan dalam suasana HUT RI.

Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PW IWSS) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar lomba antar-paguyuban untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “IWSS Bersatu, Berkarya, Menuju Sultra Aman, Sejahtera, dan Religius” tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Sebanyak 17 paguyuban asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta mengenakan busana bernuansa merah putih sehingga suasana perayaan kemerdekaan semakin terasa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tarian Anging Mammiri yang membawa nuansa budaya Sulawesi Selatan. Setelah itu, peserta mengikuti sejumlah perlombaan yang memadukan unsur kompetisi, seni, budaya, kreativitas, dan kebersamaan.

Ketua Panitia, Dr. Hj. Intan Dulung, M.H.I., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antar-paguyuban asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sulawesi Tenggara.

“Kegiatan ini menjadi wadah pemersatu dan mempererat tali persaudaraan antara paguyuban daerah Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sulawesi Tenggara,” kata Intan dalam sambutan tertulisnya, dikutip Senin (24/8/2026).

Intan menjelaskan, jumlah peserta yang mencapai 17 paguyuban juga selaras dengan momentum peringatan kemerdekaan yang identik dengan tanggal 17 Agustus.

Lima cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Masing-masing meliputi paduan suara Mars IWSS, menata makanan khas Sulawesi Selatan, fashion show pakaian nasional, lagu nasional berantai, serta merias wajah dengan mata tertutup.

Pada lomba menata makanan khas Sulawesi Selatan, peserta menampilkan beragam kuliner daerah. Persiapan dilakukan sejak sebelum kegiatan dimulai. Sebagian peserta bahkan mengaku harus bangun sejak subuh untuk menyiapkan makanan yang akan dilombakan.

Menurut Intan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dan gotong royong dari internal IWSS, partisipasi warga paguyuban Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kendari dan sekitarnya, serta dukungan sponsor dan donatur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PW IWSS Sultra, jajaran panitia, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra yang telah memfasilitasi penggunaan gedung untuk kegiatan tersebut.

IWSS Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Ketua PW IWSS Sultra, Apt. Dra. Hj. Harmawati, M.Kes., mengatakan IWSS tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya perempuan asal Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Dosen Universitas Pelita Ibu Kenalkan Merarangi Sehat di Wawonii, Tradisi Lokal Ibu Nifas Tetap Dipertahankan

Menurutnya, organisasi tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, memberdayakan perempuan, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sulawesi Tenggara.

“Kami menyadari bahwa meskipun berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, kita telah menjadi bagian dari masyarakat Sulawesi Tenggara. Karena itu, keberadaan IWSS harus mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah yang kita cintai,” ujar Harmawati.

Harmawati menegaskan perbedaan asal daerah dan budaya bukan menjadi penghalang untuk membangun persatuan.

“Kita boleh berbeda asal daerah, tetapi kita adalah satu Indonesia. Kita boleh berbeda budaya, tetapi kita dipersatukan oleh persaudaraan,” katanya.

Ia menjelaskan setiap cabang lomba memiliki tujuan masing-masing. Lomba menata makanan khas Sulawesi Selatan, misalnya, menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.

Sementara itu, fashion show pakaian nasional menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya dan keragaman Indonesia. Paduan suara Mars IWSS diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Lomba lagu nasional berantai diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme. Adapun lomba merias wajah dengan mata tertutup dikemas sebagai hiburan untuk membangun keceriaan, kekompakan, dan kebersamaan.

“Kami berharap seluruh kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpaguyuban, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong,” tutur Harmawati.

Ia menegaskan kemenangan bukan menjadi tujuan utama kegiatan tersebut. Nilai yang ditekankan adalah kebersamaan, persaudaraan, sportivitas, dan kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan.

Harmawati juga menyampaikan komitmen IWSS Sultra untuk terus bersatu, berkarya, menjaga nilai budaya, memperkuat silaturahmi, serta mengambil bagian dalam pembangunan di Sulawesi Tenggara.

KKLR Raih Dua Gelar Juara

Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Ketua BPW KKSS Andi Sumangerukka melalui Sekretaris Dr. Sofyan, S.E., M.M. Ia mengapresiasi kerja panitia dan seluruh paguyuban yang terlibat.

Menurut Sofyan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi paguyuban untuk saling mengenal, mencairkan sekat antarkomunitas, dan memperkuat keharmonisan masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Kemenangan dalam lomba ini adalah bonus, namun kebersamaan dan persaudaraan lintas paguyuban yang terjalin adalah juara sejati,” kata Sofyan saat membacakan sambutan tertulis Andi Sumangerukka.

Ia juga mengingatkan seluruh paguyuban untuk menjunjung prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan dan kondusivitas Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Agnez Mo dan Anggun C Sasmi Pegang Peranan Kunci di Reacher Season 4

Setelah rangkaian sambutan, perlombaan antar-paguyuban resmi dibuka. Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan pertama IWSS Sultra di bawah kepemimpinan Hj. Harmawati.

Adapun daftar pemenang dari lima cabang lomba sebagai berikut.

Menata Makanan Khas Sulawesi Selatan

1. Paguyuban KKLR

2. Paguyuban Wajo

3. Paguyuban Bantaeng

Fashion Show Pakaian Nasional

1. Paguyuban Luwu

2. Paguyuban Jeneponto

3. Paguyuban Soppeng

Paduan Suara Mars IWSS

1. Paguyuban KKLR

2. Paguyuban Selayar

3. Paguyuban Bulukumba

Lagu Nasional Berantai

1. Paguyuban Bone

2. Paguyuban Wajo

3. Paguyuban Sidrap

Merias Wajah dengan Mata Tertutup

1. Paguyuban Maspul

2. Paguyuban Bone

3. Paguyuban Jeneponto

Melalui kegiatan tersebut, IWSS Sultra berharape semangat persaudaraan antar-paguyuban terus terjaga. Organisasi itu juga mendorong kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sulawesi Tenggara semakin nyata dalam mendukung daerah yang aman, sejahtera, dan religius. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga