adplus-dvertising

8.500 Tentara Amerika Serikat Siap Dikirim ke Eropa, Ada Apa?

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Selasa, 25 Januari 2022
1085 dilihat
8.500 Tentara Amerika Serikat Siap Dikirim ke Eropa, Ada Apa?
Tentara AS sedang berbaris menunggu arahan. Foto: Repro Reuters

" Pasukan itu terutama pasukan darat yang dapat membawa sejumlah kemampuan ke daratan Eropa "

WASHINGTON, TELISIK.ID - Sekitar 8.500 tentara Amerika Serikat (AS) telah disiagakan untuk dikirim ke Eropa. Persiapan itu disampaikan Pentagon, Senin (24/1/2022).

Melansir sindonews.com, hal tersebut dilakukan AS jika NATO mengaktifkan Pasukan Responsnya atau situasi keamanan di Eropa semakin memburuk.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby mengatakan, pasukan itu terutama pasukan darat yang dapat membawa sejumlah kemampuan ke daratan Eropa jika diperlukan, termasuk logistik, medis, penerbangan, intelijen, pengawasan dan pengintaian, transportasi.


"Keputusan sekarang telah dibuat untuk menempatkan unit-unit ini dalam siaga lebih tinggi, dan hanya siaga lebih tinggi. Tidak ada keputusan yang dibuat untuk mengerahkan pasukan dari Amerika Serikat saat ini," kata Kirby, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ia melanjutkan, Amerika Serikat akan menjaga koordinasi yang erat dengan sekutu dan mitra, karena pihaknya terus meninjau postur kekuatan dan membuat keputusan mengenai pergerakan pasukan ke dan di dalam Eropa.

Keputusan untuk menempatkan pasukan dalam keadaan siaga datang di tengah meningkatnya ketegangan di Eropa timur, ketika Barat dan NATO menuduh Rusia mempersiapkan invasi ke Ukraina.

Selain itu, Rusia dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 120.000 tentara di perbatasannya dengan bekas Republik Soviet, di samping pengerahan massal tank dan artileri.

Baca Juga: Begini Cara Mohammed Bin Salman Habiskan Uang, Bikin Sakit Kepala

Penumpukan serupa telah terlihat di Belarus, tepat di utara Ukraina. Dalam kedua kasus tersebut, Rusia menyangkal mempersiapkan invasi, dan mempertahankan pasukannya di sana untuk latihan rutin.

Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell berusaha untuk menenangkan ketakutan Barat atas krisis Ukraina, setelah pembicaraannya dengan diplomat tinggi AS, Antony Blinken.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Belum Turun Tahta Padahal Sudah Tua Renta, Ternyata Ini Alasannya

"Kami tahu betul apa tingkat ancaman dan cara kami harus bereaksi, dan tidak diragukan lagi kami harus menghindari reaksi yang mengkhawatirkan," kata Borrell, Senin.

"Anda harus tetap tenang melakukan apa yang harus Anda lakukan, dan menghindari gangguan saraf," lanjutnya. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani HambaliĀ 

Baca Juga