KENDARI, TELISIK.ID – Rencana Kementerian Pertanian memproduksi massal kalung eucalyptus yang diklaim antivirus corona mengundang berbagai respons.
Di media sosial, banyak yang mengkritisi langkah pemerintah ini. Banyak yang mempertanyakan klaim antivirus corona di saat upaya penemuan vaksin dan obat COVID-19 masih terus dilakukan.
Namun ahli farmasi asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Adryan Fristiohady, jika kalung eucalyptus ini di produksi massal maka ini bisa digunakan untuk terapi simptomatik.
“Kalung ini bisa digunakan sebagai terapi simptomatik. Yakni obat yang digunakan untuk mengobati gejala-gejala yang menyertai penyakit tersebut. Tapi penyakitnya (COVID-19) belum tentu hilang," ucap Adryan yang juga dosen Farmasi UHO, Senin (6/7/2020).
Menurut pengujian Kementan, kalung itu bukan hanya dipakai namun juga digunakan dengan cara menghirup aromanya. Dengan menghirup maka disebut dengan inhaler maka akan memberikan efek terapi sesuai yang diinginkan.
