JAKARTA, TELISIK.ID - Pandemi COVID-19 tak hanya membawa dampak negatif dari sisi kesehatan dan ekonomi, tetapi juga dampak positif dari sisi pengetahuan, para periset makin mudah meniliti getaran bumi yang diakibatkan gempa, karena aktivitas manusia berkurang dratis.
Para periset seperti dikutip dari The Guardian, mengungkap bahwa getaran di bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia merosot drastis saat diberlakukannya lockdown di banyak negara.
Catatan menyeluruh dari stasiun seismik seluruh dunia menunjukkan jika suara bising frekuensi tinggi dan getaran di bumi yang disebabkan operasional pabrik, lalu lintas, kegiatan olahraga ataupun aktivitas manusia lainnya, turun sampai 50% saat dilakukan pembatasan untuk mencegah penularan COVID-19.
"Anda bisa melihat hal ini sebagai semacam gelombang. Dan kemudian Anda dapat melihatnya menjadi senyap seiring waktu, dimulai China pada akhir Januari dan kemudian bergerak ke Italia dan lainnya di Maret dan April," kata Stephen Hicks, ahli seismologi Imperial College, London seperti dikutip dari laman The Guardian, Minggu (26/7/2020).
Para periset menganalisis jejak dari jaringan 268 sensor seismik di 117 negara dan menemukan suara bising yang disebabkan manusia menurun pada 185 di antaranya.
