Amalan Khusus Nabi Muhammad SAW di 10 Malam Terakhir Ramadan, Ini Daftarnya
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 14 Maret 2026
0 dilihat
Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW akan mengikat kencang sarungnya dan fokus beribadah. Foto: Repro Himpuh
" Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam disunnahkan menggandakan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan suci ini "

JAKARTA, TELISIK.ID - Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam disunnahkan menggandakan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan suci ini.
Rasulullah Muhammad SAW sendiri memberikan contoh nyata dengan meningkatkan kesungguhan ibadah secara luar biasa, karena di dalamnya tersembunyi Lailatul Qadar yang pahalanya setara seribu bulan.
Hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan:
Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh), menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1174)
Riwayat lain dari Aisyah juga menyatakan bahwa beliau lebih bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir daripada di hari-hari sebelumnya (HR. Muslim), seperti dikutip dari NU Online, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Nuzulul Quran Momentum Perkuat Hubungan dengan Al-Quran
Berikut adalah amalan-amalan utama yang secara khusus dianjurkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW di 10 malam terakhir Ramadan:
1. Qiyamul Lail (Shalat Malam) yang Lebih Panjang
Rasulullah SAW memperpanjang shalat malam (tahajud), shalat witir, dan qiyam lainnya. Beliau bahkan membangunkan istri-istrinya untuk ikut beribadah bersama. Ini adalah amalan paling utama karena Lailatul Qadar biasanya ditemukan saat umat sedang qiyam.
2. I’tikaf di Masjid
Nabi SAW selalu beri’tikaf selama sepuluh hari penuh di masjid hingga wafatnya. I’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, fokus pada salat sunnah, dzikir, tilawah, dan menjauhi segala urusan dunia.
3. Memperbanyak Tilawah dan Tadabbur Al-Quran
Beliau memperbanyak membaca Al-Quran dengan penghayatan. Ramadan adalah bulan turunnya Al-Quran, sehingga amalan ini semakin bernilai di malam-malam terakhir, dilansir dari liputan6.com, Jumat (13/3/2026)
4. Doa Khusus Lailatul Qadar
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini untuk dibaca sebanyak mungkin, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29):
“All?humma innaka ‘afuwwun tu?ibbul ‘afwa fa’fu ‘ann?”
Baca Juga: Mengorek Telinga Batalkan Puasa atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.
5. Dzikir, Istighfar, Sedekah, dan Tafakur
Beliau juga memperbanyak tasbih, tahmid, istighfar, serta sedekah kecil sekalipun. Kombinasi antara salat, doa, dan tafakur (merenung) disebut ulama sebagai amalan paling sempurna di masa ini.
Para ulama menekankan bahwa siapa saja yang meneladani sunnah ini dengan ikhlas, besar harapannya mendapatkan Lailatul Qadar dan ampunan dosa seluruhnya.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS