adplus-dvertising

Aplikasi Ini Diklaim Bisa Hidupkan Orang Mati, Kok Bisa? Simak Ulasannya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Senin, 08 Maret 2021
1306 dilihat
Aplikasi Ini Diklaim Bisa Hidupkan Orang Mati, Kok Bisa? Simak Ulasannya
Aplikasi Deep Nostalgia dari perusahaan MyHeritage asal Israel, diklaim bisa hidupkan orang mati. Foto: Repro Okezone.com

" Beberapa orang menyukai fitur Deep Nostalgia dan menganggapnya ajaib, sementara yang lain menganggapnya menyeramkan dan tidak menyukainya. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Sebuah aplikasi bernama Deep Nostalgia dari perusahaan MyHeritage tengah viral di media sosial. 

Pasalnya aplikasi tersebut diklaim bisa menghidupkan orang mati dari sebuah foto. Seperti apa cara kerjanya?

Sangat sederhana, foto lama yang diunggah ke dalam aplikasi bisa dibuat bergerak, seperti menengok, tersenyum, dan mengedipkan mata.


 

 

"Beberapa orang menyukai fitur Deep Nostalgia dan menganggapnya ajaib, sementara yang lain menganggapnya menyeramkan dan tidak menyukainya," tulis MyHeritage, dikutip dari Okezone.com, Senin (8/3/2021).

Sejak peluncurannya pada 25 Februari 2021 lalu, Deep Nostalgia telah digunakan untuk menggerakan lebih dari 10 juta wajah hanya dalam waktu dua pekan.

Baca juga: Kendari Undercover: Jeritan Hati Penjaja Cinta, Pura-pura Menikmati Demi Sang Pelanggan

Kemudian, untuk menjalankan aplikasi Deep Nostalgia, ternyata menggunakan teknik kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan MyHeritage menggunakan perangkat lunak untuk menganimasikan foto-foto yang diunggah.

Selain itu, aplikasi ini juga mampu meghidupkan apa pun yang memiliki wajah, termasuk lukisan potret dan patung.

Selama ini teknologi deepfake sering digunakan untuk membuat wajah palsu dari dua orang yang berbeda di sebuah video dengan mulus.

Seiring dengan popularitasnya, Deep Nostalgia menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh melalui App Store dan Play Store.

Perusahaan yang meluncurkan aplikasi ini pun tidak menyangka bahwa aplikasi Deep Nostalgia menjadi begitu populer. (C)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga