adplus-dvertising

Arab Kritik Konten LGBT di Film Eternals, Begini Respon Angelina Jolie

Nurdian Pratiwi, telisik indonesia
Minggu, 07 November 2021
919 dilihat
Arab Kritik Konten LGBT di Film Eternals, Begini Respon Angelina Jolie
Angelina Jolie respon larangan tayang film Eternals. Foto: Dok. Marvel

" Eternals adalah salah satu Film marvel yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para penggemar film baik dalam negeri maupun luar "

JAKARTA, TELISIK.ID - Salah satu film Marvel yakni Eternals kabarnya akan segera tayang di bioskop pada November tahun ini.

Eternals adalah salah satu Film marvel yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para penggemar film baik dalam negeri maupun luar.

Namun, di balik jadwal penayangan yang telah dinanti itu, rupanya film tersebut sempat menuai banyak kritikkan hingga larangan penayangannya di beberapa negara yang salah satunya adalah Arab.


Mengutip dari cnnindonesia.com, Angelina Jolie merespon larangan penayangan film terbarunya bersama Marvel, yakni 'Eternals' yang dilakukan oleh beberapa negara Arab

Jolie, yang memerankan petarung Thena di Eternals, membicarakan permintaan sensor adegan LGBT yang dilontarkan oleh Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar. Pasalnya, film ini dikabarkan memiliki adegan yang menunjukkan hubungan sesama jenis.

Pihak Disney, yang juga memegang tanggung jawab atas film ini, tidak mau melakukan sensor tadi.

"Saya sedih (untuk penonton di negara tadi). Dan saya bangga terhadap Marvel karena menolak memotong adegan itu," kata Jolie, dikutip CNN.

"Saya masih tidak mengerti bagaimana kita hidup di dunia di mana masih ada (orang) yang tidak mau melihat apa yang dimiliki keluarga Phastos dan keindahan dari hubungan dan cinta mereka saat ini."

"Bagaimana bisa orang marah akan hal itu, merasa terancam akan hal itu, dan tidak menyetujui atau menghargai hal itu adalah bodoh," tambahnya.

Sebelumnya, film Eternals dikabarkan dilarang tayang di Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

Baca Juga: Puluhan Ribu Aktivis Lingkungan Turun ke Jalan di Glasgow dan Sejumlah Kota di Eropa, Ini Tuntutan Mereka

Baca Juga: Konser di Houston AS Ricuh, Travis Scott Buka Suara Soal Tewasnya 8 Orang

Seperti dilansir Hollywood Reporter, sumber mengatakan pelarangan dilakukan setelah Disney tak mau mengubah adegan salah satu film awal fase keempat Marvel Cinematic Universe itu supaya bisa lolos sensor di sana.

Sumber mengatakan keputusan Eternals dilarang tayang di sana karena menampilkan hubungan pasangan sesama jenis di sana, serta pahlawan super gay pertama MCU.

Oleh sebab itu, Eternals disebut telah dihapus secara diam-diam dari situs web di Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar.

Hubungan sesama jenis ilegal di kawasan Teluk dan film-film yang memiliki unsur LGBTQ kerap ditarik dari jadwal perilisan.

Dilansir dari kompas.com Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia mengonfirmasi bahwa film Eternals telah lulus sensor dengan kategori 13 tahun ke atas atau 13+.

Hal itu disampaikan LSF melalui unggahan pada akun Instgaram resmi LSF, @lsf_ri, Jumat (5/11/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala LSF Indonesia, Rommy Fibri Hardiyanto membenarkan bahwa Eternals telah lulus sensor dengan kategori 13+.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Marvel karena film Eternals telah menyesuaikan film tersebut dengan kondisi sosial budaya di Indonesia.

"LSF mengapresiasi sutradara dan produser film Marvel karena untuk penayangan di Indonesia mereka telah menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia," ujar Rommy saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (6/11/2021).

Hal tersebut, kata Rommy, merupakan bentuk pemahaman dan kesadaran yang bagus dari dunia industri perfilman internasional dalam memandang pasar dan regulasi yang ada di Indonesia.

"Film Eternals yang mereka kirimkan untuk disensor ke LSF sudah disesuaikan, dan LSF memberi penghargaan kepada sutradara dan produser filmnya," imbuhnya.

Saat ditanya kapan Eternals bisa tayang di Indonesia, Rommy menjelaskan bahwa hal itu tergantung jadwal dari bioskop-bioskop di Indonesia. 

"Seharusnya sudah bisa tayang segera. Jadwal tergantung bioskop," jelas Rommy. (C)

Reporter: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga