INGGRIS, TELISIK.ID - Baru-baru ini ilmuwan menemukan emisi global karbon dioksida (CO2) belum berkurang, bahkan pemanasan bumi hingga 1,5 derajat celcius (2,7 derajat fahrenheit) di atas tingkat pra-industri.

Mengutip Livescience.com, pada sebuah laporan baru yang ditulis oleh tim internasional yang terdiri lebih dari 100 ilmuwan pada 10 November 2022 lalu, jika suhu global rata-rata melewati batas dalam satu dekade.

Pierre Friedlingstein, Ketua Pemodelan Matematika Sistem Iklim di University of Exeter di Inggris dan penulis utama laporan tersebut mengatakan, emisi CO2 yang menyebabkan planet menjadi hangat tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Tindakan selama beberapa tahun terakhir tidak cukup untuk membalikkan lintasan emisi global, masih banyak yang harus dilakukan," ujar Friedlingstein.

Laporan Anggaran Karbon Global di jurnal Earth System Science memperkirakan CO2 atmosfer pada 417,2 bagian per juta (ppm) — 51 persen di atas tingkat pra-industri — dan emisi global sebesar 40,6 miliar ton (36,8 miliar metrik ton). Semua angka dalam laporan adalah proyeksi, karena data tidak dapat menjelaskan bulan-bulan terakhir tahun 2022.