adplus-dvertising

Cegah Terorisme Sejak Tingkat SMA, HMI Bakal Bina Para Pelajar

Marwan Azis, telisik indonesia
Kamis, 01 April 2021
1995 dilihat
Cegah Terorisme Sejak Tingkat SMA, HMI Bakal Bina Para Pelajar
Sekretariat PB HMI di Jakarta. Foto: Ist.

" Paham ini tidak hanya beredar di kampus-kampus, tapi bahkan sejak sekolah menengah. Mereka yang di sekolah tidak banyak mempelajari agama, akan mencari pemahaman agama dari komunitas lain. Di sini lah yang dikuatirkan terpapar paham radikal. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Merespon aksi teror di Mabes Polri kemarin, dimana pelakunya dari kalangan milenial, PB HMI rencana melakukan pembinaan kalangan pelajar.

Mide Formateur I Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) M. Ichya Halimudin menegaskan, tindak terorisme tidak dapat dibenarkan dengan dalih apapun.

Menurutnya, paham radikalisme yang merupakan benih terorisme tidak hanya tumbuh di masyarakat, tetapi juga sangat mungkin berkembang di lingkungan pendidikan.


“Paham ini tidak hanya beredar di kampus-kampus, tapi bahkan sejak sekolah menengah. Mereka yang di sekolah tidak banyak mempelajari agama, akan mencari pemahaman agama dari komunitas lain. Di sini lah yang dikuatirkan terpapar paham radikal,” kata Ichya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Hari Penyiaran Nasional ke-88, Jokowi: Masyarakat Masih Butuh Informasi Pencegahan COVID-19

Ia menambahkan, para pelajar yang sejak sekolah memiliki pemahaman Islam yang tertutup, saat berkuliah juga cenderung akan mencari organisasi yang serupa. Oleh sebab itu, menurut Ichya, perlu ada strategi pencegahan dini.

“HMI menyadari begitu pentingnya hal ini. Karena itu, salah satu rekomendasi Kongres HMI di Surabaya adalah melakukan pengkaderan dini dengan membentuk Himpunan Pelajar Islam atau HPI,” jelasnya, seperti dikutip dari Okezone.com.

Ia memaparkan, HMI adalah organisasi Islam moderat dengan memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan keindonesiaan. Sehingga fitrah HMI jauh dari paham Islam radikal.

“Ajaran keislaman dan keindonesiaan di HPI inilah yang nantinya diharapkan bisa menjadi strategi efektif, sebagai pencegahan dini penyebaran Islam radikal di dunia pendidikan,” tukasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga