KENDARI, TELISIK.ID - Disaat masyarakat Kota Kendari dihadapkan dengan situasi pandemi COVID-19 masyarakat harus menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ancaman DBD kian nyata mengingat daerah ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra) ini tengah dihadapkan dengan musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr Rahminingrum mengatakan, saat ini Kota Kendari tidak hanya melawan COVID-19, namun juga resiko penyakit DBD yang dapat mengancam setiap saat.

Bahkan berdasarkan data dari sejak Januari sampai dengan saat ini, total kasus DBD di Kota Kendari tercatat ada 288 kasus, lima diantaranya meninggal dunia.

"Mudah-mudahan masyarakat sadar bahwa Kota Kendari bukan hanya berperang melawan COVID-19 tapi juga penyakit yang mengancam yaitu DBD," terang dr. Rahminingrum, Senin (15/6/2020).