Dispar Sulawesi Tenggara Target Tingkatkan Wisatawan hingga 16,8 Juta

Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 09 Maret 2024
0 dilihat
Dispar Sulawesi Tenggara Target Tingkatkan Wisatawan hingga 16,8 Juta
Dispar Provinsi Sulawesi Tenggara meluncurkan Kalender Event Pariwisata 2024 di Lippo Plaza Kendari. Foto: Erni Yanti/Telisik

" Dinas Pariwisawa (Dispar) Sulawesi Tenggara menargetkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 16,8 juta per bulannya "

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Pariwisawa (Dispar) Sulawesi Tenggara menargetkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 16,8 juta per tahunnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulawesi Tenggara, Belli Tombili saat membuka launching Kharisma Event Nusantara (KEN), Jum'at (8/2/2024) malam.

Belli Tombili mengatakan, launching tersebut merupakan awal yang tepat untuk mendorong sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Peluncuran KEN ini merupakan event untuk kita semua. Oleh karena itu saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepeda kita semua atas kesungguhan untuk tetap melaksanakan berbagai event," kata Belli Tombili.

Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut menjadi komitmen untuk mendorong pergerakan wisata nusantara maupun mengajak kedatangan wisata asing melalui event yang ada di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Pilot Batik Air Tertidur 28 Menit Saat Penerbangan Kendari-Jakarta

Lebih lanjut, kata Belli, pada tahun 2024 ini Sulawesi Tenggara ditargetkan untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 16,8 juta per tahunnya.

Foto bersama usai launching Kharisma Event Nusantara (KEN) Dinas Pariwisata Suoawesi Tenggara. Foto: Erni Yanti/Telisik

 

"Tahun ini meningkat tiga kali lipat dibanding dengan tahun lalu yang waktu itu 6,6 juta pergerakan wisatawan nusantara. Alhamdulilah, pada 2023, Provinsi Sulawesi Tenggara satu-satunya provinsi di Indonesia yang targetnya berhasil melewati, dan target tersebut kita sudah lewati," ucap Belli Tombili.

Ia juga berharap pergerakan wisatawan nusantara bukan hanya sekedar datang berwisata di Sulawesi Tenggara, namun untuk mendorong  kesejahteraan masyarakat.

Sementara untuk tahun 2024, pihaknya meluncurkan 57 event dengan rincian 8 event provinsi, 46 event kabupaten/kota dan 3 event swasta dan masyarakat.

"Jumlahnya dengan tahun lalu mengalami penurunan, tahun lalu mencapai 71 event. Oleh karena itu, sekalipun secara kuantitas mengalami penurunan kita harapkan secara kualitas mengalami peningkatan," tuturnya.

Ia mengatakan, penyebab menurunnya event karena aksebilitas ke daerah desa wisata masih kurang. Kemudian sarana dan prasarana, persaingan di luar daerah yang sangat bagus eventnya sehingga untuk saat ini bagaimana meningkatkan kualitas event sehingga wisatawan dapat berkunjung di Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, saat menyampaikan sambutan lanuching kalender pariwisata 2024. Foto: Erni Yanti/Telisik

 

Pj Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perhubungan Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin menyampaikan terkait substansi penyelenggaran event.

Menurutnya, KEN menjadi media informasi bagi masyarakat maupun penggiat kepariwisataan dalam merencanakan agenda. Oleh karena itu, launcing KEN berupa panduan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

"Kalian ber-event memberi kesempatan bagi pelaku kepariwisataan untuk mengemas jasa dan layanan kepariwisataan sekreatif mungkin untuk menarik wisatawan yang datang berkunjung," ucap La Ode Saifuddin.

Baca Juga: Ketua Forum PRB Yudhianto Mahardika Gerak Cepat Bantu Korban Banjir di Kendari

Ia juga berharap, informasi kalender event nasional dapat sampai kepada pelaku industri kepariwisataan, tidak hanya sekedar seremonial peluncuran semata.

"Untuk itu, saya mendorong agar seluruh saluran dan media komunikasi dioptimalkan. Sebagai daerah dengan kekayaan alam, saya mengharapkan event yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta, maupun lembaga lainnya harus menggali potensi kearifan lokal daerah masing-masing, berkelanjutan, melibatkan masyarakat yang berdaya saing," tegasnya.

Berdaya saing menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan di Sulawesi Tenggara benar-benar memiliki kualitas untuk menarik wisatawan mengimplikasikan kegiatan tersebut bahkan menjadi event nasioanal. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi asosiasi penyelenggara event, komunitas dan semua pekerja kreatif.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Event Daerah Wilayah Kalimantan dan Sulwesi, Vicky Apriansyah mengatakan, promosi sangat penting dalam event sehingga sangat membutuh media dan influencer agar tersosialisasi dengan baik.

"Harapannya event di daerah ini juga tidak hanya mengandalkan anggaran baik itu dari APBN maupun APBD, namun juga bisa banyak sponsor masuk, sehingga nanti bisa meningkatkan kualitas event itu sendiri," pungkas Vicky Apriansyah. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga