adplus-dvertising

DPR Ingatkan Pemerintah Tak Terjebak Permainan Perusahaan Pemburu Rente Terkait Vaksin COVID-19

Marwan Azis, telisik indonesia
Selasa, 14 Juli 2020
861 dilihat
DPR Ingatkan Pemerintah Tak Terjebak Permainan Perusahaan Pemburu Rente Terkait Vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin virus Corona. Foto: Ist.

" Kalau tidak izin maka negara tersebut akan kehabisan atau didahului oleh negara lain. Kemudian, harga yang ditawarkan juga pasti akan gila-gilaan mengingat seluruh dunia membutuhkan vaksin ini. Mereka menjual dengan harga mahal dengan alasan telah menghabiskan jutaan Dolar untuk riset. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah diingatkan agar tidak terjebak dalam permainan perusahaan pemburu rente dalam upaya pengadaan dan produksi vaksin COVID-19 yang hanya ingin memperkaya diri sendiri.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo. Menurutnya, di tengah pandemi ini, banyak perusahaan yang ‘jahat’.

“Mengapa saya katakan ‘jahat’? Ya, karena mereka hanya mementingkan sisi komersil semata. Banyak orang atau perusahaan yang memanfaatkan pandemi ini untuk mengeruk untung sebanyak-banyaknya," kata Rahmad Handoyo, Selasa (14/7/2020).


Dikatakan, saat ini seluruh dunia, dalam waktu yang bersamaan, berupaya menemukan vaksin. Dalam situasi seperti ini, pemerintah lebih baik mendorong Anak bangsa sendiri untuk melakukan riset guna menemukan dan memproduksi vaksin anti Virus Corona.

"Pemerintah mendorong Anak bangsa dengan penguatan anggaran yang memadai, sampai bisa menemukan dan memproduksi vaksin sendiri. Saya yakin, jika didukung anggaran yang cukup, kita juga mampu," ujar politisi PDIP ini.

Soal perusahaan 'jahat', Rahmad mengatakan,  saat ini banyak perusahan-perusahaan Farmasi di luar negeri yang berupaya menemukan dan memproduksi vaksin mencoba meminta izin terlebih dahulu kepada negara tertentu. Perusahaan tersebut, berjanji akan memberikan hak untuk membeli kepada negara pemberi izin.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Gratiskan Rapid Test

"Kalau tidak izin maka negara tersebut akan kehabisan atau didahului oleh negara lain. Kemudian, harga yang ditawarkan juga pasti akan gila-gilaan mengingat seluruh dunia membutuhkan vaksin ini. Mereka menjual dengan harga mahal dengan alasan telah menghabiskan jutaan Dolar untuk riset," tuturnya.

Ia berharap ada perusahaan yang terketuk hatinya menurunkan harga. Sayangnya semua orang berlomba-lomba menemukan vaksin untuk tujuan komersialisasi.

"Ini memang sangat disayangkan, tapi fakta di lapangan beginilah adanya. Makanya saya katakan banyak perusahaan  ‘jahat’ yang berusaha menemukan vaksin untuk komersialisasi," imbunya.

Rahmad menekankan kembali, agar Indonesia tidak menjadi korban perusahaan 'jahat' tersebut, pemerintah harus memberikan otoritas pendanaan untuk riset dan memproduksi sendiri kepada anak bangsa.  

Saat ini, diketahui sejumlah perusahan seperti Kalbe Farma, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan Farmasi luar negeri.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga