Utang Baru MBG dan Kopdes Merah Putih 2026 Disuntik hingga Ratusan Triliun, Begini Penjelasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 03 April 2026
0 dilihat
Aliran kredit ratusan triliun mulai digelontorkan untuk MBG dan koperasi desa Merah Putih 2026. Foto: Repro Antara
" Pergerakan dana besar kembali mengalir ke sejumlah program strategis pemerintah pada awal 2026 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pergerakan dana besar kembali mengalir ke sejumlah program strategis pemerintah pada awal 2026, termasuk sektor desa dan pemenuhan gizi nasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit dalam jumlah besar untuk mendukung program prioritas pemerintah yang mencakup Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembangunan perumahan rakyat.
Data ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa total pembiayaan yang disalurkan melalui sektor jasa keuangan telah mencapai ratusan triliun rupiah, dengan porsi terbesar berasal dari program penguatan ekonomi desa melalui koperasi.
"Penguatan ekonomi desa juga dilakukan melalui pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang juga kami lihat sudah mencapai angka Rp 174 triliun," jelasnya, sebagaimana dikutip dari Detik, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: MBG Resmi Disalurkan 5 Hari Sekolah, Berikut Daerah Tak Terpengaruh
Angka tersebut menjadi dominan dibandingkan dua program lainnya. Penyaluran kredit ini diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa, termasuk akses permodalan bagi pelaku usaha lokal serta pengembangan unit usaha koperasi.
Selain itu, OJK juga mencatat pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah. Hingga Januari 2026, realisasi kredit untuk program ini mencapai Rp 1,21 triliun.
"Kami telah mendorong berbagai program strategis Seperti makan bergizi gratis dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp 1,21 triliun," ungkap Friderica.
Dana tersebut disalurkan kepada 1.373 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema pembiayaan tidak hanya melalui kredit perbankan, tetapi juga melibatkan securities crowdfunding yang melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal.
Dalam pemaparannya, OJK juga memberikan insentif khusus bagi lembaga jasa keuangan guna memperluas akses pendanaan terhadap program MBG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan distribusi pembiayaan pada sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Pangkas MBG jadi 5 Hari Bisa Hemat Rp 40 Triliun, Begini Penjelasannya
Sementara itu, program pembangunan 3 juta rumah juga mendapatkan dukungan pembiayaan. Hingga awal 2026, realisasi kredit tercatat sebesar Rp 1,44 triliun yang digunakan untuk pembangunan 11.468 unit rumah.
"Dukungan terhadap program 3 juta rumah dengan realisasi Rp 1,44 triliun untuk 11.468 unit, untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," pungkasnya.
Secara keseluruhan, data OJK menunjukkan bahwa lembaga jasa keuangan memainkan peran penting dalam mendukung program strategis pemerintah melalui penyaluran kredit dan skema pembiayaan lainnya. Distribusi dana ini difokuskan pada sektor desa, pemenuhan gizi, serta penyediaan hunian, yang menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi nasional pada 2026. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS