adplus-dvertising

Gelombang Pertama TKA Asal China Tiba di Sultra 24 Juni

Siswanto Azis, telisik indonesia
Selasa, 16 Juni 2020
7756 dilihat
Gelombang Pertama TKA Asal China Tiba di Sultra 24 Juni
Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH. Foto: Siswanto Azis/Telisik

" Kita tidak pernah melarang. Dulu saya minta ke pihak perusahaan untuk ditunda sampai selesai bulan puasa. Sekarang sudah selesai, mereka datang kembali untuk meminta izin lagi. "

KENDARI, TELISIK.ID - Juru Bicara Gubernur Ali Mazi, Ilham Kaimoedin mengatakan, TKA asal China akan tiba di Sulawesi Tenggara pada 23 Juni 2020 sebanyak 146 orang, TKA ini yang akan bekerja di PT VDNI di Kecamatan Morosi, Konawe.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, sejak awal dirinya tidak pernah melarang kedatangan TKA di Sultra. Gubernur Sultra pada saat itu hanya menunda kedatangan mereka.

Menurut Ali Mazi, sebagai Gubernur Sultra ia hanya meminta pihak perusahaan untuk menunda sementara kedatangan TKA tersebut karena masih dalam suasana bulan suci Ramadan.


"Kita tidak pernah melarang. Dulu saya minta ke pihak perusahaan untuk ditunda sampai selesai bulan puasa. Sekarang sudah selesai, mereka datang kembali untuk meminta izin lagi,” terang Ali Mazi kepada awak media, Selasa (16/6/2020).

Ia mengungkapkan, rencana kedatangan ratusan TKA itu telah memenuhi seluruh persyaratan dan perizinan sesuai dengan ketentuan yang ada. Termasuk persyaratan protokol kesehatan COVID-19. Meski begitu, ia tidak merinci secara detail terkait persyaratan protokol kesehatan penangan COVID-19.

Baca juga: DPRD Sultra Bakal Evaluasi Keputusan Forkopimda Terima 500 TKA China

“Kalau kita bicara COVID-19 ini kita tinggal menjaga saja, kan ada protokol kesehatan COVID-19. Masa karena COVID-19 terus tidak ada orang yang kerja, semua mati kelaparan kalau tidak kerja. Apalagi sekarang sudah new normal,” ujarnya.

Gubernur Ali Mazi menegaskan, dirinya sebagai pemerintah wajib memberikan jaminan keamanan bagi investor yang ada di wilayah Sultra guna menjaga harmonisasi antara pemerintah dan pihak investor, apa lagi PT VDNI merupakan investor dengan jumlah investasi yang sangat besar yakni mencapai Rp 40 triliun.

"APBD hanya Rp 4 triliun, maka dari itu kita harus jaga mereka, kan mereka sudah memenuhi persayaratan yang berlaku di negara kita, jadi tidak ada alasan untuk kita tolak," ujarnya.

Terkait persetujuan DPRD Sulawesi Tenggara, Gubernur Ali Mazi mengaku akan membahas lebih lanjut dengan DPRD, bahkan dengan tegas mengatakan jika  DPRD Sultra tidak ada alasan untuk menolak kedatangan para TKA.

“Kalau DPRD Itu kan soal nanti, DPRD mau terima atau tidak, tidak ada masalah. TKA tidak bisa kita tolak kedatangannya. DPRD nanti kita disampaikan,” tutupnya.

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga