Guru SMKN 4 Kendari Berkolaborasi Susun RPP Lintas Mata Pelajaran

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 13 Februari 2026
0 dilihat
Guru SMKN 4 Kendari Berkolaborasi Susun RPP Lintas Mata Pelajaran
Workshop implementasi pembelajaran mendalam melalui kolaborasi guru lintas mata pelajaran di SMKN 4 Kendari, Jumat (13/2/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" SMKN 4 Kendari menggelar workshop implementasi pembelajaran mendalam melalui kolaborasi lintas mata pelajaran di laboratorium komputer "

KENDARI, TELISIK.ID - SMKN 4 Kendari menggelar workshop implementasi pembelajaran mendalam melalui kolaborasi lintas mata pelajaran di laboratorium komputer, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menargetkan penyusunan RPP kolaboratif oleh guru sebagai langkah awal penerapan pendekatan pembelajaran baru tahun ajaran 2025–2026.

Workshop bertema Kolaborasi Kuat, Pembelajaran Bermakna ini diikuti para guru lintas bidang studi. Kegiatan difokuskan pada penyamaan persepsi, penguatan kerja sama antarmapel, serta penyusunan perangkat ajar terpadu yang langsung dapat diterapkan di kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dr. Rahmawati Nusi, mengatakan workshop dirancang agar guru tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam merancang pembelajaran.

Baca Juga: Harga Sembako di Kendari Naik Jelang Ramadan, Konsumen Mengeluh

“Tujuan workshop ini adalah menyamakan persepsi pembelajaran, membangun kolaborasi lintas mapel, dan guru-guru menyusun RPP kolaboratif,” ujarnya.

Setiap kelompok ditargetkan menghasilkan satu RPP kolaboratif. Namun, yang lebih penting, kata Rahmawati, adalah komitmen pelaksanaan dan bukan sekadar kelengkapan administrasi.

“Tidak hanya dokumen yang kita hasilkan, tapi komitmen agar tidak berhenti di kelengkapan administrasi saja. Bisa terbangun budaya kolaboratif. Harapannya SMK kita menghasilkan anak didik yang terampil dan profesional, baik komunikasi, karakter, dan lainnya,” jelasnya.

Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, menambahkan terbitnya aturan terbaru pengembangan pembelajaran mendorong seluruh guru mulai menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam.

Model ini mengintegrasikan kemampuan berpikir, rasa, dan pembentukan karakter dalam proses belajar mengajar.

Selama dua hari kegiatan, guru menyusun perangkat ajar secara kolektif untuk diterapkan serentak pada tahun ajaran berikutnya.

Sekolah juga merencanakan pelibatan pihak industri dalam satu hingga dua bulan ke depan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

“Tujuannya agar lulusan SMK lebih siap masuk dunia kerja maupun membangun usaha mandiri,” kata Herman.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara. Ia menilai semangat kolaborasi guru menjadi modal penting peningkatan mutu pembelajaran.

Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, mampu membangun kemitraan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Grand Opening Toko Cahaya Timur di Pasar Panjang Wua-Wua Kendari, Promo hingga 50 Persen

“Penggunaan teknologi dan media sosial perlu diarahkan untuk pengembangan kapasitas dan kreativitas, bukan hanya hiburan. Guru minimal mampu mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi secara tepat dan produktif,” ujarnya.

Aris juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas mata pelajaran normatif, adaptif, dan kejuruan dengan mapel kejuruan sebagai inti. Model ini dinilai dapat memperkuat kurikulum SMK dan akan dilaporkan ke dinas untuk ditindaklanjuti serta direplikasi di sekolah lain.

Implementasi awal direncanakan mulai diuji pada tahun ajaran berjalan, lalu diperluas pada tahun ajaran berikutnya.

Sekolah juga didorong menjaga komunikasi dengan orang tua dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan peserta didik. (A-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga