Harga Pertalite di Wangi-Wangi Wakatobi Tembus Rp 25 Ribu Per Botol, Polisi Sebut Ulah Pengecer
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Rabu, 08 April 2026
0 dilihat
Harga BBM jenis Pertalite masih mahal di Wakatobi, diduga ulah pengecer. Foto: Zulkifli/Telisik
" Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, melonjak tajam hingga mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per botol "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, melonjak tajam hingga mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per botol.
Berdasarkan pantauan telisik.id di lapangan, kenaikan harga tersebut terjadi sejak menjelang Idul Fitri dan masih ditemukan di sejumlah pengecer hingga saat ini.
Kanit 2 Satreskrim Polres Wakatobi, Suprianto mengungkapkan, lonjakan harga tersebut dipicu oleh isu kenaikan BBM yang sempat beredar di masyarakat pada awal April.
“Per 1 April itu ada kegelisahan di masyarakat terkait isu kenaikan BBM, apalagi dikaitkan dengan isu global. Padahal pemerintah sudah menegaskan tidak ada kenaikan BBM subsidi,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, situasi tersebut dimanfaatkan oleh oknum pengecer untuk meraup keuntungan dengan menaikkan harga di tingkat eceran.
“Di SPBU itu tidak ada kenaikan. Hanya oknum pengecer yang memanfaatkan momen untuk mengambil keuntungan, sehingga menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tegaskan Mekanisme Penetapan Harga BBM dan Pastikan Stok Tetap Aman
Selain itu, keterlambatan distribusi BBM ke wilayah Wakatobi juga menjadi salah satu faktor yang memicu kelangkaan di lapangan, terutama menjelang Lebaran.
“Ada keterlambatan transporter masuk, sehingga stok sempat terbatas. Kalau stok di SPBU habis, biasanya pengecer memanfaatkan kondisi itu untuk menaikkan harga,” tambahnya.
Meski demikian, pihak kepolisian telah melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada para pengecer agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
“Kita sudah lakukan pemantauan dan menghimbau agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Sekarang sudah mulai berangsur stabil, walaupun masih ada beberapa yang bertahan dengan harga tinggi,” katanya.
Terkait dugaan penimbunan, Suprianto menilai hal tersebut tidak terjadi secara signifikan, mengingat kapasitas penyimpanan pengecer yang terbatas.
“Kalau penimbunan besar sepertinya tidak ada, karena di tingkat pengecer hanya simpan dalam jumlah kecil,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi persoalan ini, mengingat sebagian pengecer merupakan masyarakat kecil.
“Kita hanya mengimbau. Karena ini juga menyangkut masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari penjualan BBM eceran,” pungkasnya.
Baca Juga: Kelangkaan Pertalite di Wakatobi Picu Kepanikan, Harga Tembus Rp 30 Ribu Per Botol
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Wakatobi, Sulaiman, enggan memberikan keterangan terkait lonjakan harga Pertalite.
“Maaf, ada baiknya hubungi kadisku pak,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perindag Wakatobi, Safiuddin juga belum merespons. Telisik.id masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan resmi dari pihak terkait. (B)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS