Heboh Link Video Golda Tanpa Sensor Dikaitkan dengan Scamming dan Phishing, Begini Penjelasannya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 08 Januari 2026
0 dilihat
Heboh Link Video Golda Tanpa Sensor Dikaitkan dengan Scamming dan Phishing, Begini Penjelasannya
Pencarian link video viral Golda tanpa sensor marak, namun penelusuran menunjukkan risiko scamming dan phishing mendominasi. Foto: Repro Pinterest/Tribunnews.

" Pencarian link video viral Golda tanpa sensor melonjak di media sosial "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pencarian link video viral Golda tanpa sensor melonjak di media sosial, namun temuan penelusuran menunjukkan risiko scamming dan phishing lebih dominan dibanding bukti visual terverifikasi.

Pencarian terkait video botol Golda atau video botol viral beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial.

Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi singkat, sekitar 19 detik, yang diklaim menampilkan adegan dewasa dengan objek botol minuman kopi siap saji yang diasosiasikan sebagai Golda. Rasa penasaran publik pun meningkat, ditandai dengan beredarnya berbagai tautan yang mengklaim sebagai video asli.

Seiring meluasnya pencarian, muncul pula akun dan unggahan yang menawarkan akses menuju video dimaksud. Klaim kepemilikan link asli disertai ajakan mengklik tautan tertentu menjadi pola yang berulang.

Dalam praktiknya, fenomena ini sering terjadi pada isu viral berbasis kata kunci populer, di mana nama merek digunakan untuk menarik atensi meskipun belum ada konfirmasi faktual.

Penelusuran terhadap klaim tersebut menunjukkan belum adanya bukti visual yang dapat diverifikasi. Tidak ditemukan cuplikan utuh, tangkapan layar jelas, maupun pernyataan resmi dari pihak terkait yang mengonfirmasi keberadaan video sebagaimana dinarasikan.

Kondisi ini menempatkan isu video botol Golda lebih dekat sebagai rumor digital ketimbang peristiwa faktual yang terdokumentasi.

Mengapa Nama Golda Terus Dikaitkan

Melansir Tribunnews, Kamis (8/1/2026), penyebutan Golda muncul karena narasi menyebut objek botol minuman yang bentuk dan labelnya diasosiasikan dengan produk tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta Link Video Viral Botol Golda 19 Detik Diperankan Mahasiswi, Begini Penjelasannya

Pola ini kerap terjadi dalam konten viral, ketika nama merek populer dijadikan penanda untuk memancing klik dan meningkatkan jangkauan, meskipun perusahaan tidak pernah mengaitkan diri dengan konten tersebut.

Penelusuran Fakta dan Minimnya Bukti

Hingga kini, tidak ada bukti visual yang valid dan terverifikasi mengenai video yang dimaksud. Berbagai tautan yang beredar setelah ditelusuri mengarah pada konten tidak relevan, halaman iklan agresif, atau situs dengan indikasi tidak aman.

Absennya bukti konkret memperkuat dugaan bahwa isu ini berkembang melalui narasi berulang tanpa dasar visual yang jelas.

Waspada Tautan Clickbait

Banyak tautan yang mengatasnamakan video botol Golda 19 detik atau versi penuh berpotensi menjadi clickbait. Tautan semacam ini kerap mengarahkan pengguna ke situs berisiko, termasuk halaman yang mencoba memasang perangkat lunak berbahaya atau memancing interaksi lanjutan yang tidak perlu. Risiko ini meningkat seiring tingginya rasa penasaran publik.

Potensi Scamming dalam Isu Viral

Scamming merupakan bentuk penipuan daring yang bertujuan mencuri uang atau data pribadi melalui tipu muslihat. Dalam konteks isu video viral, scamming muncul lewat tautan palsu yang menjanjikan akses konten tertentu, namun sebenarnya berfungsi mengarahkan korban ke iklan agresif, formulir palsu, atau unduhan berbahaya.

Baca Juga: Heboh Link Botol Golda 19 Detik Versi Full Beredar, Begini Penjelasannya

Modus ini sering menyamar sebagai layanan tepercaya untuk menurunkan kewaspadaan pengguna.

Ancaman Phishing yang Mengintai

Selain scamming, phishing juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Phishing dilakukan dengan menyamar sebagai pihak resmi melalui pesan atau situs yang tampak meyakinkan. Korban dipancing memasukkan data sensitif seperti kata sandi, nomor telepon, atau informasi pribadi lainnya. Pada isu video viral, phishing kerap dibungkus dalam janji akses eksklusif atau peringatan palsu yang mendorong klik cepat.

Langkah Aman Menghadapi Isu Viral

Pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang menjanjikan video sensasional tanpa sumber jelas. Jika menemukan konten yang melanggar kesusilaan atau berpotensi membahayakan, langkah yang lebih aman adalah tidak menyebarkan, tidak mengunduh, serta memanfaatkan fitur pelaporan pada platform terkait. Pendekatan ini membantu menekan penyebaran tautan berisiko. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga