Ilmuwan Takjub, Hiu Raksasa Pertama Kali Terekam di Perairan Dingin Antartika
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 22 Februari 2026
0 dilihat
Para ilmuan berhasil merekam hiu raksasa di perairan dingin Antartika. Foto: Repro scientificamerican.com
" Para peneliti dari Minderoo-UWA Deep-Sea Research Centre, Australia, berhasil merekam video pertama seekor hiu di perairan Antartika "

JAKARTA, TELISIK.ID - Para peneliti dari Minderoo-UWA Deep-Sea Research Centre, Australia, berhasil merekam video pertama seekor hiu di perairan Antartika yang selama ini dianggap terlalu dingin dan ekstrem untuk keberadaan predator seperti itu.
Penemuan ini terjadi pada Januari 2025, menggunakan kamera bawah laut yang ditempatkan di kedalaman sekitar 490 meter di dekat Kepulauan South Shetland, Semenanjung Antartika.
Hiu yang terekam memiliki panjang diperkirakan 3-4 meter dan bergerak sangat lambat, mirip dengan tank yang kikuk di dasar laut yang gelap dan tandus.
Spesies ini diduga adalah hiu tidur selatan (Somniosus antarcticus), yang sebelumnya hanya diketahui dari spesimen yang terdampar, tetapi belum pernah didokumentasikan di habitat aslinya di Samudra Selatan, dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (22/2/2026).
Suhu air di lokasi tersebut hanya 1,27 derajat Celsius, mendekati titik beku, dan hampir tanpa cahaya matahari.
Baca Juga: Heboh Virus Nipah Kembali Muncul di India, Pandemi Baru Mengintai Asia
Peneliti utama, Alan Jamieson, menyatakan bahwa ini adalah kejutan besar karena banyak ahli sebelumnya mengira hiu tidak bisa bertahan di perairan Antartika.
"Ini bukan hiu kecil, tapi yang besar dan ikonik," katanya, dikutip dari scientificamerican.com, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Heboh Gravitasi Bumi Diprediksi Lenyap pada 12 Agustus 2026 Selama 7 Detik, Begini Faktanya
Penemuan ini menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam Antartika mungkin lebih beragam daripada yang diperkirakan, dan bisa jadi terkait dengan perubahan iklim yang memengaruhi distribusi spesies.
Rekaman ini telah menjadi sorotan global sejak dipublikasikan pada 18 Februari 2026, dengan video yang beredar di berbagai platform media.
Para ilmuwan berharap penelitian lanjutan bisa mengungkap lebih banyak tentang kehidupan di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS