Ingin Booking Gadis Lewat MiChat, Pengusaha Ini Tertipu Rp 7,9 Juta

Thamrin Dalby, telisik indonesia
Kamis, 14 Januari 2021
0 dilihat
Ingin Booking Gadis Lewat MiChat, Pengusaha Ini Tertipu Rp 7,9 Juta
Korban saat melapor di Polsek Mandonga. Foto: Thamrin Dalby/Telisik

" Dari keterangan korban yang baru tiba di Kota Kendari ini, dirinya ingin menikmati suasana Kendari serta menikmati gadis malam. Ia pun mencoba membuka aplikasi MiChat di handphone-nya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Seorang pengusaha muda yang ingin melakukan Booking Out (BO) bersama seorang gadis di Kota Kendari, ternyata malah kena tipu.

Korban yang telah melakukan transaksi melalui M Banking, malah diusir dari hotel, hingga korban mengalami kerugian Rp 7,9 juta.

Korban BM, warga Jalan Wueha, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Rabu malam (13/1/2021) mendatangi Polsek Mandonga guna melaporkan kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang gadis yang baru dikenalnya melalui aplikasi MiChat.

Dari keterangan korban yang baru tiba di Kota Kendari ini, dirinya ingin menikmati suasana Kendari serta menikmati gadis malam. Ia pun mencoba membuka aplikasi MiChat di handphone-nya.

Setelah menemukan gadis yang ia senangi, ia pun mencoba membangun komunikasi untuk melakukan transaksi, yang mana transaksi tersebut melalui salah seorang agen (mami ladies). Agen tersebut mengaku sebagai 'orang dalam' hotel ternama di Kota Kendari dan memiliki posisi sebagai manajer.

Baca juga: Remaja Pelaku Pencabulan di Wakatobi Ditahan

Setelah menerima foto dan nama gadis pesanannya, korban BM pun semakin bersemangat. Namun sebelum pertemuan dilakukan, korban diminta untuk melakukan transfer dana ke rekening tersangka atas nama Bela, sebesar Rp 7 juta untuk biaya tip booking out selama satu malam.

Selain itu, korban juga diminta untuk membayar biaya administrasi dan jaminan, serta kamar hotel sebesar Rp 900 ribu, hingga korban mengalami kerugian Rp 7,9 juta.

"Saya juga penasaran Pak dengan foto gadis yang saya dikirimkan oleh maminya. Dan saya percaya karena Bela atau maminya mengaku orang dalam dan salah satu manajer di hotel itu. Setelah saya transfer dananya ke rekening maminya yang bernama Bela, saya langsung ke hotel di lantai dua kamar 218. Setelah saya menunggu lama, gadis yang saya sudah pesan belum datang. Justru pegawai hotel yang datang dan menagih sewa kamar. Dan ternyata kamar juga belum dibayar, Hingga saya diusir dari hotel," ungkap korban dengan dialek mandarin sambil tertunduk lesu.

Usai menerima laporan, pihak aparat Polsek Mandonga mengarahkan agar korban melaporkan kasusnya di Polresta Kendari, karena TKP bukan di wilayah Mandonga. (A)

Reporter: Thamrin Dalby

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga