Sosok Kim Ju Ae Penerus Tunggal Kim Jong Un, Dilatih Pegang Kendali Rudal
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 18 Februari 2026
0 dilihat
Kim Jong Un dan Kim Ju Ae semakin sering terlihat bersama di acara publik dalam beberapa tahun terakhir. Foto: Repro Korean Central News Agency/Korea News Service via AP
" Kehadiran Kim Ju Ae menandai babak baru suksesi kekuasaan dinasti Korea Utara "

PYONGYANG, TELISIK.ID - Langkah kecilnya kian sering terlihat di barisan depan acara militer, kehadiran Kim Ju Ae menandai babak baru suksesi kekuasaan dinasti Korea Utara.
Nama Kim Ju Ae semakin sering disebut dalam laporan intelijen dan pemberitaan internasional setelah putri tunggal Kim Jong Un itu beberapa kali tampil mendampingi ayahnya dalam agenda kenegaraan strategis.
Kemunculan berulang tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa ia tengah disiapkan sebagai penerus kepemimpinan di Korea Utara, negara yang selama puluhan tahun dipimpin dinasti Kim.
Informasi terbaru disampaikan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan kepada parlemen Seoul. Lembaga itu menilai status Ju Ae telah bergeser dari tahap pelatihan menjadi tahap penunjukan resmi sebagai suksesor. Penjelasan tersebut disampaikan legislator Lee Seong-kwen kepada media internasional, termasuk BBC.
“Karena Kim Ju Ae telah menunjukkan kehadirannya dalam berbagai acara, termasuk peringatan hari jadi Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Kumsusan Matahari, serta terdapat tanda-tanda bahwa ia mulai menyuarakan pendapat terkait sejumlah kebijakan negara, NIS meyakini bahwa ia kini telah memasuki tahap penunjukan sebagai penerus," ujarnya, seperti dilansir dari BBC, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Khamenei Bebaskan 2.108 Napi, Tapi Peserta Kerusuhan Tak Dapat Ampun
Secara biografis, informasi tentang Ju Ae masih terbatas. Ia diyakini lahir sekitar 2012 atau 2013 dari pasangan Kim Jong Un dan Ri Sol-ju.
Pemerintah Pyongyang hampir tidak pernah merilis data resmi mengenai tanggal lahir maupun identitas lengkapnya. Minimnya keterangan membuat sosoknya lama dianggap misterius, bahkan di kalangan pengamat regional.
Nama “Ju Ae” pertama kali dikenal publik bukan lewat pengumuman negara, melainkan dari Dennis Rodman, mantan pebasket Amerika Serikat yang pernah berkunjung ke Pyongyang pada 2013. Ia mengaku sempat menggendong bayi yang diperkenalkan sebagai Ju Ae.
Namun, klaim tersebut dibantah sejumlah mantan pejabat intelijen Korea Selatan yang menyebut kemungkinan terjadi salah penafsiran bahasa.
Sejak akhir 2022, pola kemunculan Ju Ae berubah drastis. Ia pertama kali tampil ke publik saat menyaksikan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17 bersama ayahnya. Foto-foto resmi memperlihatkan keduanya berjalan berdampingan meninjau peluncur rudal, sebuah simbol kedekatan dengan sektor pertahanan yang selama ini menjadi inti kekuatan rezim.
Setelah itu, ia hadir dalam parade militer, perayaan hari besar nasional, hingga acara diplomatik. Salah satu momen penting terjadi ketika ia mengunjungi Istana Kumsusan Matahari, kompleks mausoleum tempat jasad pemimpin terdahulu disemayamkan. Lokasi tersebut dipandang sakral dan identik dengan legitimasi garis darah keluarga Kim.
Media pemerintah juga menampilkan Ju Ae dalam prangko resmi negara, berdampingan dengan Kim Jong Un. Langkah itu jarang diberikan kepada anggota keluarga yang tidak memiliki posisi politik. Kemunculan visual semacam ini dianggap sebagai pengakuan simbolik atas statusnya dalam struktur kekuasaan.
Baca Juga: Rapper Inggris Central Cee Resmi Mualaf dan Ganti Nama Jadi Akil
Dalam sejumlah kesempatan, Ju Ae terlihat berdiri di barisan depan saat inspeksi militer dan kunjungan ke fasilitas persenjataan. Pengamat mencatat, penempatan tersebut berbeda dengan anggota keluarga lain yang biasanya berada di belakang atau di luar sorotan kamera. Penataan posisi itu dinilai memperkuat pesan tentang peran politiknya.
Rangkaian penampilan publik yang konsisten, dikombinasikan dengan keterangan intelijen Korea Selatan, memperlihatkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Pyongyang mulai ditampilkan secara terbuka.
Bagi masyarakat internasional, kemunculan Kim Ju Ae menjadi indikator penting mengenai arah masa depan kepemimpinan Korea Utara di tengah dinamika keamanan kawasan Asia Timur. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS