adplus-dvertising

Italia Juara Euro 2020, Roberto Mancini Jadi Pangeran Tampan Snow White

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Senin, 12 Juli 2021
1163 dilihat
Italia Juara Euro 2020, Roberto Mancini Jadi Pangeran Tampan Snow White
Pelatih Italia, Roberto Mancini jadi pangeran Snow White. Foto: Repro Twitter

" Italia keluar sebagai juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris. Gli Azzurri sukses membungkam seisi Wembley lewat adu penalti dengan skor 3-2. "

LONDON, TELISIK.ID - Italia keluar sebagai juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris. Gli Azzurri sukses membungkam seisi Wembley lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Dilansir dari Bolannet, bertanding di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB, Italia dan Inggris bermain imbang 1-1 sampai extra time. Gol Inggris dicetak oleh Luke Shaw di babak pertama dan Italia mengimbangi lewat Luke Shaw.

Demi mencari sang juara, pertarungan harus lanjut ke adu penalti. Italia pada tahap ini berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.


Kesuksesan ini menjawab pertanyaan sebelumnya, apakah Roberto Mancini bisa menjadi pangeran tampan untuk membangunkan cinderella dalam kisah Snow White dengan kurcacinya?

Kisah itu berawal dari Sampdoria Connection yang berada di balik layar timnas Italia.

Tim pelatih dan offisial Gli Azzurri dihuni oleh suksesor Sampdoria yang merasakan kejayaan merengkuh scudetto Serie A untuk kali pertama pada musim 1990/1991.

Ada Roberto Mancini sebagai pelatih Italia, dia dulu mengisi pos lini serang Sampdoria bersama Gianluca Vialli, kepada delegasi Italia di Euro 2021.

Selain mereka berdua ada nama Attilio Lombardo, Giulio Nuciari, Fausto Salsano, Alberico Evani (1993).

Dalam informasi UEFA beberapa waktu lalu menyebutkan, mereka menyebut diri sebagai Tujuh Kurcaci dalam serial Snow White and the Seven Dwarfs.

Pelatih Italia Roberto Mancini sebagai Dopey, dan kepala delegasi Italia di Euro 2021, Gianluca Vialli sebagai Sleepy.

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Juara Piala Eropa Sepanjang Sejarah, Timnas Italia Dua Kali Raih Trofi Euro

Baca juga: Setelah Penantian 53 Tahun, Italia Akhirnya Juarai Euro 2020

Mereka tak hanya dekat sebagai rekan kerja, bahkan sudah dianggap seperti keluarga.

Kehangatan, kebahagiaan, sampat saling menertawakan diperagakan untuk menjalin komunikasi yang baik dalam tim. Semangat itulah yang mereka bawa ke timnas Italia.

Italia yang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 dibayar dengan penunjukkan Mancini pada Mei 2018.

Sejak saat itu, Italia tak terkalahkan dalam 34 pertandingan di turnamen besar. Masa emas Italia, diiringi dengan perkembangan pemain muda serta keseimbangan pemain berpengalaman.

Jika kembali ke Sampdoria, setelah mengalami masa kejayaan musim 1990/1991, musim berikutnya mereka tampil cemerlang hingga mampu bertarung di partai puncak Piala Eropa, atau yang dikenal dengan Liga Champions.

Sampdoria bertemu dengan Barcelona di final, namun sayang, Roberto Mancini dkk gagal mempersembahkan kemenangan setelah dikalahkan Blaugrana melalui perpanjangan waktu lewat gol Ronald Koeman.

Laga tersebut berlangsung di Wembley Stadium, venue pertandingan final Euro 2021. Dengan semangat yang sama, latar belakang yang sama (Sampdoria) dalam tubuh Gli Azzurri, Roberto Mancini berhasil menjadi pria tampan yang membangunkan cinderella dari tidur panjangnya.

Rasa pahit kegagalan di Wembley 2 dekade silam dibayar lunas, begitu juga dengan penantian 53 tahun Gli Azzurri untuk kembali merasakan mahkota Piala Eropa.

Pelatih AS Roma saat ini, Jose Mourinho juga pernah berkata, kesuksesan Italia di Euro 2021 tak lepas dari orang-orang yang berada di bekalang Roberto Mancini.

"Yang paling penting adalah staf pelatih. Mancini dikelilingi oleh teman-teman dengan pengalaman dan pengetahuan luar biasa. Vialli adalah orah hebat, Orialli, Lombardo, mereka semua legenda dan menciptakan suasana yang hebat dalam tim," kata pelatih yang disebut The Special One itu, seperti dilansir dari Reuters. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga