adplus-dvertising

Kampaye Anti Kekerasan Perempuan Digaungkan di Sulawesi Tenggara

La Ode Andi Rahmat, telisik indonesia
Sabtu, 03 Desember 2022
466 dilihat
Kampaye Anti Kekerasan Perempuan Digaungkan di Sulawesi Tenggara
Jaringan pemerhati perempuan, anak, kelompok rentan dan disabilitas Sulawesi Tenggara laksanakan giat kampanye anti kekerasan terhadap perempuan. Foto: La Ode Andi Rahmat/Telisik

" Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang diberikan kepada setiap manusia serta diakui secara universal tak terkecuali perempuan "

KENDARI, TELISIK.ID - Hak asasi manusia (HAM) merupakan hak dasar yang diberikan kepada setiap manusia serta diakui secara universal tak terkecuali perempuan. Pasalnya, perempuan kerap kali menjadi korban kekerasan, baik secara seksual, fisik dan mental.

Untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan, jaringan pemerhati perempuan, anak, kelompok rentan dan disabilitas Sulawesi Tenggara laksanakan giat kampaye anti kekerasan terhadap perempuan, dilaksanakan di Tugu Religi Sulawesi Tenggara (Eks MTQ), Sabtu (3/12/2022).

Kampaye anti kekerasan terhadap perempuan digelar selama 16 hari, mulai 25 November 2022 hingga 10 Desember 2022 juga diperingati sebagai HAM Internasional, sebagai puncak kegiatan.


Baca Juga: Kebudayaan Lokal jadi Bagian Kurikulum Merdeka

Ketua panitia penyelenggara, Merlin Yanti Guluh mengatakan, giat kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan merupakan agenda rutin secara nasional.

Merlin berharap, pemerintah tingkat provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mengawal pencegahan tindak kekerasan seksual, sebagaimana telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Harus mengawal tindak kekerasan seksual, kita ketahui bersama bahwa beberapa tindak kekerasan seksual sudah banyak viral di media sosial," ucap Merlin.

Perwakilan Solidaritas Perempuan Kota Kendari, Kristin mengatakan, giat kampaye anti kekerasan perempuan adalah bentuk kecaman kepada setiap perbuatan kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga: Kendari Gagal Raih Kota Sehat Tahun 2021

"Maraknya kasus yang terjadi selama ini, perempuan selalu dilecehkan dan mendapatkan kekerasan. Kita inginkan supaya kekerasan terhadap perempuan berakhir," ucap Kristin.

Sementara perwakilan Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara, Fitri Jahara mengakatan, pencegahan itu berasal dari lingkungan keluarga dengan memperkuat sendi-sendi keluarga melalui pemahaman agama.

"Mendidik generasi yang anti kekerasan, paham tentang kasih sayang dan bagaimana mereka tidak terlibat maupun menjadi korban kekerasan," ucap Fitri. (A)

Penulis: La Ode Andi Rahmat

Editor: KardinĀ 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga