Gelar Diskusi Online, OASIS Bedah Masa Depan Sultra

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Kamis, 04 Juni 2020
0 dilihat
Gelar Diskusi Online, OASIS Bedah Masa Depan Sultra
Diskusi online membedah opini "Mikroskop Masa Depan Sultra sebagai Tumbal Diplomasi". Foto: Ist.

" Untuk peningkatan SDM yang berdaya saing, kita perlu perhatikan kualitas dan kuantitas pendidikan, itu salah satunya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan diskusi online guna membedah masa depan Sultra sebagai tumbal diplomasi.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten, seperti Wakil Ketua DPRD Sultra, Muhammad Endang SA, Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin, Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sultra, Andre Darmawan dan juga Sekjend Asosiasi Penambang Nickel Indonesia (APNI), Meidy Katrin.

Ketua OASIS Sultra, Beny Putra Lamangga menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang masa depan Sultra sebagai tumbal diplomasi yang dikaji dari berbagai prespektif.

"Tujuannya tidak terlepas dari usaha kita sebagai rakyat sultra, untuk melihat pandangan masa depan Sulawesi Tenggara yang pada akhirnya selalu menjadi pembicaraan yang hangat di kancah nasional, serta memberikan dan membicarakan tentang sejarah panjang diplomasi di Sultra, persoalan kepemimpinan, visa hingga TKA dengan segala dampaknya, mengulas dalam beberapa perspektif," ungkapnya, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Semangat Gotong Royong Warga Yogyakarta Teruji Selama Pandemi COVID-19

Salah satu pemateri dalam diskusi online tersebut menuturkan bahwa banyak orang yang coba mengakali regulasi di masa pandemi ini terutama soal TKA, oleh karenanya dibutuhkan ketegasan Kemenaker untuk menghentikan TKA.

"Sebagus apapun hukumnya kalau orang yang mengawasi dan mengontrol itu tidak bagus pasti akan berefek negatif, dibutuhkan ketegasan Kemenaker dan juga Pemda harus memverifikasi dulu semua TKA karena kalau menurut saya dokumen dan administrasi itu bisa diakali," ujar Ketua HAMI, Andre Darmawan.

Selain itu Sekjend APNI, Meidy Katrin juga mengungkapkan, dengan adanya perusahaan smelter asing di Indonesia, seharusnya masyarakat juga bisa hidup, jangan biar pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus didatangkan juga dari luar.

Baca juga: BLK Latih Siswa Madrasah Membuat Masker

"Saya sering dengar bahwa tenaga kerja lokal itu belum memadai karena smelter adalah suatu teknologi yang tinggi. Cuma memang ada pekerjaan seperti tukang baut atau lainnya, masa iya pekerja lokal kita tidak punya keahlian itu. Sementara itu, perbedaan gaji antara TKA dan lokal sangat berbeda jauh," tuturnya.

Selain itu, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia sebagai wujud konkrit masa depan Sultra, Bupati Konut, Ruksamin, berpendapat, mutu pendidikan harus diperhatikan.

"Untuk peningkatan SDM yang berdaya saing, kita perlu perhatikan kualitas dan kuantitas pendidikan, itu salah satunya," tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut juga untuk membedah opini yang ditulis oleh Wasekjed PB HMI, Amar Maruf dengan judul "Memikroskop masa depan Sultra sebagai tumbal diplomasi".

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

TAG:

OASIS

Diskusi

Baca Juga