Oleh Indarwati Aminuddin

Ombudsman telisik.id

Arifin Sp, mantan penyuluh pertanian di Buton (kini Buton Utara). Di tahun 1980 an, ia pindah ke Buton Utara, menetap di Desa Peteteaa dan mulai  melakukan apa yang disebut 4 ; 1, atau 4 kali tatap muka dengan petani dan 1 kali kunjungan ke Balai penyuluhan.  

Di tahun 1980 an tersebut, kebun kelapa di Buton Utara hanya seluas 70 hektar. “Orang tidak melihat kelapa sebagai peluang, harga jelek, kerjaan berat. Tapi kami mendorong mereka terus menerus bekerja, memperluas kebun kelapa,” ujarnya.

Belasan tahun berikutnya, luasan kebun kelapa telah mencapai 2000 hektar dan secara bertahap harga membaik.