Kendari Couture jadi Ruang Pertukaran Budaya Sultra bagi Mahasiswa Internasional

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 29 Januari 2026
0 dilihat
Kendari Couture jadi Ruang Pertukaran Budaya Sultra bagi Mahasiswa Internasional
Kendari Couture ruang pertukaran budaya Sultra bagi mahasiswa internasional yang diselenggarakan oleh FISIP UM Kendari. Foto: Ist.

" Kendari Couture menjadi ajang pertukaran budaya Sulawesi Tenggara (Sultra) "

KENDARI, TELISIK.ID - Kendari Couture menjadi ajang pertukaran budaya Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melibatkan mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari bersama perwakilan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).

Kegiatan yang digelar di Aula Gedung E UM Kendari, Rabu (28/1/2026), merupakan bagian dari kerja sama antara FISIP UM Kendari, AMINEF, dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Tenggara.

Acara tersebut dihadiri Sekda Sultra, Asrun Lio, Kepala Dinas Pariwisata Sultra Ridwan Badalla, Wakil Rektor IV UM Kendari Dikman Maheng, perwakilan AMINEF, APPMI Sulawesi Tenggara, serta sivitas akademika FISIP UM Kendari.

Sekda Sultra, Asrun Lio menegaskan, komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, khususnya di sektor fesyen.

Ia menilai Kendari Couture menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan identitas budaya daerah sekaligus memperluas jejaring ekonomi kreatif dan diplomasi budaya.

Baca Juga: UM Kendari Boyong Lima Penghargaan di Anugerah LLDIKTI Wilayah IX 2025

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat citra budaya Sulawesi Tenggara sekaligus memberi nilai tambah bagi ekonomi kreatif daerah,” ujar Asrun Lio.

Dekan FISIP UM Kendari, Patta Hindi Asis mengatakan, Kendari Couture sejalan dengan pengembangan akademik di lingkungan FISIP.

Menurutnya, FISIP UM Kendari memiliki Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) serta Humas dan Komunikasi Digital yang relevan dengan kegiatan berbasis budaya dan industri kreatif.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terjalin kolaborasi, baik dalam riset maupun pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan budaya lokal dan ekonomi kreatif,” ujar Patta Hindi Asis.

Perwakilan AMINEF mengapresiasi kolaborasi lintas institusi dalam Kendari Couture. Interaksi langsung antara mahasiswa internasional dan budaya lokal dinilai mampu memperkuat pemahaman lintas budaya serta membuka peluang kerja sama pendidikan dan kebudayaan.

Baca Juga: FKIK UM Kendari dan FK UHO Teken MoU Penguatan Kolaborasi Pendidikan Kedokteran di Sulawesi Tenggara

“Kami senang dapat terlibat dalam kegiatan yang memberi ruang dialog budaya dan pembelajaran langsung bagi mahasiswa internasional,” ungkap perwakilan AMINEF.

Kendari Couture menampilkan peragaan busana baju adat khas Sulawesi Tenggara dengan beragam motif, warna, dan filosofi budaya lokal.

Melalui kerja sama FISIP UMKendari, AMINEF, dan APPMI Sulawesi Tenggara, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat diplomasi budaya serta mendorong kolaborasi akademik dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga