Kisah Pria di Kendari yang Masih Menjala Ikan di Usia Senja
Gusti Kahar, telisik indonesia
Jumat, 05 Juni 2026
0 dilihat
Hasan, nelayan yang mengandalkan perahu ketinting dan jalanya untuk bertahan hidup di tengah hiruk-pikuk Kota Kendari. Foto: Gusti Kahar/Telisik
" Di ujung sore itu, Hasan (67) terlihat menaiki perahu katinting miliknya di kawasan Kota Lama, Kota Kendari "

KENDARI, TELISIK.ID - Di ujung sore itu, Hasan (67) terlihat menaiki perahu katinting miliknya di kawasan Kota Lama, Kota Kendari. Bersama putranya, Afdal, yang masih duduk di bangku SMA, ia kembali turun ke laut untuk menjala ikan.
Pekerjaan itu sudah dijalani Hasan selama puluhan tahun. Sebelum menetap di Kendari, ia pernah menjadi nelayan yang berlayar ke berbagai daerah di Sulawesi untuk mencari ikan.
"Sudah lebih 20 tahunan saya kerja di laut, pernah sampai Ternate sana, sampai di Sulawesi Tengah juga," katanya saat telisik.id. mencoba menelusuri, Kamis (4/6/2026).
Namun seiring bertambahnya usia, Hasan tidak lagi melaut jauh seperti dulu. Kini ia lebih sering mencari ikan di perairan sekitar Kendari dengan menggunakan jala dan perahu katinting sederhana.
Setiap hari, Hasan biasanya turun ke laut pada siang hingga sore hari. Hasil tangkapannya kemudian dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Di pasar sentral biasa saya menjual," ucapnya.
Meski masih rutin melaut, hasil yang diperoleh tidak selalu memuaskan. Dalam sehari, ia terkadang hanya mendapatkan 10-20 ekor ikan.
Baca Juga: Kisah Suparno, Mencari Rezeki Ramadan di Tengah Padatnya Kota Kendari
Pendapatannya pun tidak menentu. Jika hasil tangkapan cukup baik, Hasan bisa membawa pulang sekitar Rp 100 ribu. Namun pada hari-hari tertentu, penghasilannya hanya sekitar Rp 50 ribu.
Menurut Hasan, kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai nelayan.
"Kadang ada hasil, kadang juga sedikit. Pernah juga pulang hampir nda ada ikan. Hanya cukup untuk makan, nda ada yang dijual," ujarnya.
Ia mengaku merasa kurang enak ketika pulang tanpa membawa hasil tangkapan yang cukup. Sebab, ikan yang diperoleh menjadi sumber penghasilan keluarga sehari-hari.
Baca Juga: Kisah Wanita Tua Mengais Rezeki di Tengah Ramainya UMKM Kota Kendari
Di rumah, istrinya menunggu kepulangannya dari laut. Meski hasil yang didapat tidak selalu banyak, Hasan tetap berusaha melaut selama kondisi cuaca memungkinkan.
Baginya, pekerjaan sebagai nelayan adalah satu-satunya keahlian yang telah digelutinya selama bertahun-tahun.
"Yang penting kita tetap berusaha. Soal rezeki ada yang atur," tuturnya. (A)
Penulis: Gusti Kahar
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS