Kisah Suparno, Mencari Rezeki Ramadan di Tengah Padatnya Kota Kendari

Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Kamis, 12 Maret 2026
0 dilihat
Kisah Suparno, Mencari Rezeki Ramadan di Tengah Padatnya Kota Kendari
Semangat Suparno yang tak pernah luntur demi mencari rezeki di bulan ramadan. Foto: Gede Suyana Sriski/Telisik

" Seorang lansia, Suparno (53), menjalani hari-harinya yang penuh dengan perjuangan serta semangat kerja keras yang tidak pernah padam "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah kepadatan serta kesibukan warga di Kota Kendari, seorang lansia, Suparno (53), menjalani hari-harinya yang penuh dengan perjuangan serta semangat kerja keras yang tidak pernah padam.

Mungkin bagi sebagian banyak orang, Suparno yang seorang pemulung hanya sekilas bayangan di tengah keramaian, namun hidupnya menyimpan banyak cerita hebat tentang ketekunan dan semangat bertahan di kerasnya kehidupan.

Setiap pagi mulai pukul 7.00 Wita, ia memulai aktivitasnya dengan mendorong gerobak sepeda. Dari tumpukan sampah yang dibuang orang lain, ia mencari barang-barang bekas untuk dijual.

Suparno berasal dari Jawa dan telah menetap di Kota Kendari selama beberapa tahun. Ia tinggal sendirian di sebuah rumah sederhana di daerah Kelurahan Lepo-Lepo. Jauh dari keluarga, ia tetap bertahan di kota yang tak pernah berhenti bergerak ini.

"Saya setiap hari keliling, dari Lepo-Lepo, Anduonohu bahkan sampai daerah Wua-Wua. Kadang kalau nggak dapat di bak sampah, saya biasa menunggu sampah dari hotel,” ujar Suparno, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Kisah Wanita Tua Mengais Rezeki di Tengah Ramainya UMKM Kota Kendari

Setiap dua Minggu sekali, ia menimbang hasil memulungnya. Dari barang bekas yang ia kumpulkan, ia bisa mendapatkan sekitar Rp 500 ribu. Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Meski penghasilannya tak selalu stabil, ia tetap bersyukur.

Sebagai pemulung, ia juga sering kali menghadapi berbagai tantangan. Ia juga harus bersaing dengan pemulung lain demi mendapatkan barang bekas yang bernilai.

"Kalau tantangannya paling, menghadapi cuaca yang lumayan panas setiap harinya dan juga harus biasa berpuasa. Itu tantangan berat saya di bulan ramadan ini," ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Ujian Ramadan, Nurhayati Tetap Memulung di Kendari demi Senyum Anak di Hari Raya

Dengan langkah pelan yang penuh dengan semangat sembari mendorong gerobak tuanya, ia menaruh harapan untuk mendapatkan rezeki.

"Saya nggak punya pilihan lain. Saya juga sudah tua, nggak ada lagi pekerjaan lain yang bisa saya lakukan kecuali ini," ungkapnya.

Terkadang, hasil jerih payahnya selama seharian berkeliling cukup menggembirakan, namun tak jarang pula ia hanya memperoleh sedikit. Meski begitu, Suparno tak pernah kehilangan rasa syukurnya. (C)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga