adplus-dvertising

Masih Sering Langsung Cek HP Setelah Bangun Tidur? Simak Bahayanya

Musdar, telisik indonesia
Senin, 06 September 2021
1074 dilihat
Masih Sering Langsung Cek HP Setelah Bangun Tidur? Simak Bahayanya
Mengecek HP saat baru bangun tidur dapat membuat kita menjadi kurang tenang untuk memulai hari dan bisa memicu stres atau rasa cemas. Foto: Repro Grid.id

" Setelah melihat dan membaca e-mail atau pesan dari grup kantor, kamu pun berpikir kalau harimu akan menjadi sibuk dan melelahkan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Tidak jarang kita masih memiliki kebiasaan langsung mengecek handphone atau HP setelah bangun tidur.

Salah satu yang biasa dilakukan, mengecek pesan masuk di WhatsApp.

Tapi tahukah anda bahwa kebiasaan itu bisa membahayakan.


Yuk simak bahaya langsung mengecek HP setelah bangun tidur dilansir dari guesehat.com.

1. Memicu Stres atau Rasa Cemas

Saat langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur, kamu akan menerima dan melihat e-mail, beberapa pesan, atau bisa saja berita-berita yang cenderung negatif, apalagi jika kamu langsung mengecek media sosial.

Hal tersebut dapat membuat kita menjadi kurang tenang untuk memulai hari dan bisa memicu stres atau rasa cemas.

Setelah melihat dan membaca e-mail atau pesan dari grup kantor, kamu pun berpikir kalau harimu akan menjadi sibuk dan melelahkan.

“Saat langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur, ini akan meningkatkan stres dan membuatmu menjadi kewalahan,” ungkap Dr. Nikole Bender-Hadi, psikiater asal Amerika Serikat.

Selain itu, peneliti dari University Gothenburg, Swedia menemukan bahwa penggunaan smartphone yang tinggi dapat meningkatkan risiko depresi pada pria dan wanita. Penelitian dilakukan pada pengguna smartphone yang berusia 21-24 tahun.

Oleh karena itu, batasilah penggunaan smartphone dan jangan terburu-buru memeriksa ponsel setelah bangun tidur untuk menghindari stres atau cemas.

2. Memengaruhi Kinerja Otak

Layar LED pada ponsel mengeluarkan cahaya biru. Nah, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Neural Transmission, paparan cahaya biru dari ponsel dapat memengaruhi kinerja otak. Pada penelitian yang dipublikasikan di Journal of Applied Physiology pada 2011 juga menunjukkan bahwa cahaya biru dapat menekan hormon melatonin pada otak manusia.

Perlu diketahui bahwa melatonin berperan untuk mengatur siklus bangun dan tidur. Dalam kondisi yang gelap, tubuh akan memproduksi lebih banyak melatonin dan mengirimkan sinyal ke otak untuk tidur. Sedangkan, dalam keadaan terang atau ada cahaya, maka produksi melatonin menurun dan memberikan sinyal pada tubuh untuk bangun.

3. Menjadi Kurang Produktif

Para ahli berpendapat bahwa informasi yang terlalu banyak dan kita terima saat bangun tidur dapat mengganggu produktivitas seseorang.

Memulai hari dengan langsung mengecek ponsel setelah bangun tidur akan merangsang otak untuk melakukan hal yang sama setiap harinya.

Selain itu, jika langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur, apalagi melihat media sosial, kita sering kali lupa waktu dan terlalu asyik menggunakannya.

Hal inilah yang dapat membuat kita menjadi kurang produktif.

Baca Juga: Mau Dapat Uang dari Twitter? Begini Caranya

Baca Juga: Anti Air dan Tahan Banting, Ponsel 5G Nokia Bisa Digunakan saat Tangan Basah

4. Meningkatkan Risiko Nyeri pada Leher

Saat Kamu terlalu sering menggunakan atau melihat gadget, seperti handphone, tablet, atau perangkat nirkabel lainnya terlalu lama, bisa menyebabkan nyeri pada leher.

Oleh karena itu, batasi penggunaan ponsel dan jangan langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur untuk menghindari risiko ini.

5. Meningkatkan Risiko Penglihatan Kabur

Cahaya ponsel yang kamu lihat saat bangun tidur dapat membuat mata kering, memicu ketegangan pada mata, dan bisa membuat pandangan atau penglihatan menjadi kabur.

Setalah tahu bahayanya. Nah sekarang bagaimana cara menghindarinya? Dilansir dari fimela.com, sebaiknya jangan nyalakan HP sebelum selesai menyikat gigi, membuat sarapan, dan berpakaian.

Dengan begini kamu akan jadi lebih produktif dan lepas dari ketergantungan. (C)

Reporter: Musdar

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga