adplus-dvertising

Mengenal QR Code, Definisi, Bagian, Fungsi dan Cara Membuatnya

Haidir Muhari, telisik indonesia
Selasa, 14 September 2021
295 dilihat
Mengenal QR Code, Definisi, Bagian, Fungsi dan Cara Membuatnya
QR Code memiliki banyak fungsi dan bisa memuat banyak data. Foto: Repro Internationalfinance.com.

" QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki makna tersendiri "

KENDARI, TELISIK.ID - Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kode QR untuk scanning sesuatu.

Kode QR menjadi sangat lazim digunakan di era teknologi seperti sekarang ini. Dengan mudah kita bisa menemukan di berbagai tempat, di sertifikat vaksin COVID-19, data kependudukan, hingga aplikasi.

QR code dilansir dari Glints.com, adalah singkatan dari quick response code. Merupakan barcode dua dimensi yang bisa memberikan beragam jenis informasi secara langsung.

QR biasanya dapat menyimpan 2089 digit atau 4289 karakter, termasuk tanda baca dan karakter spesial. Sehingga mampu menampilkan teks pada pengguna, membuka URL, menyimpan kontak ke buku telepon, dan masih banyak lagi.

Kode QR dipakai oleh khalayak karena lebih simpel dan praktis dari barcode biasa. Untuk membukanya hanya perlu pemindaian dengan smartphone dan mampu menyimpan banyak data.

QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki makna tersendiri.

Bagian-Bagian Kode QR

Menurut QR Code Generator, ada tujuh bagian utama QR code yang memiliki arti dan peran pentingnya masing-masing, yaitu:

1. Positioning Detection Markers

Positioning detection makers posisinya di pojok QR code. Bentuknya kotak dan jumlahnya ada tiga.

Fungsinya adalah memastikan scanner mampu melakukan pembacaan kode secara cepat dan mengetahui orientasi atau posisi kode tersebut.

2. Alignment Marking

Penanda ini bentuknya sama, tetapi memiliki ukuran lebih kecil dibanding position detention markers.

Alignment marking berfungsi untuk menjaga permukaan QR code meskipun di-print di permukaan yang melengkung.

Semakin banyak data yang disimpan dalam QR code, maka ukurannya semakin besar. Jumlahnya pun bisa jadi lebih banyak.

3. Timing Pattern

Timing pattern pada QR code adalah bagian yang tampak seperti kotak-kotak kecil yang berjejer. Pola ini berfungsi untuk konfigurasi data grid.

Dengan timing pattern, scanner QR code mampu mengetahui seberapa besar matriks data yang dimuat.

4. Version Information

Version information adalah bagian yang memberi informasi versi QR code. Terdapat 40 tipe QR code yang berbeda.

Dengan tanda ini, scanner bisa mengetahui versi QR code mana yang dipindai. Umumnya, versi 1 sampai 7 adalah yang paling umum digunakan.

5. Format Information

Bagian ini pada QR code adalah bagian yang menjelaskan toleransi error dan pola data mask. Sehingga scanner bisa lebih mudah melakukan pemindaian QR code untuk menampilkan data yang dimuatnya pada pengguna.

6. Data and Error Correction Keys

Area pada QR code ini penting untuk ada pada struktur kode karena merupakan tempat di mana semua data disimpan.

Bagian ini juga meliputi error correction block yang menjaga data tetap dapat dipindai meski kode rusak sebanyak 30%.

7. Quiet Zone

Bagian ini adalah bagian kosong yang berada di area terluar QR code, seperti white space pada desain. Berfungsi menegaskan struktur dan membuatnya lebih mudah dipindai.

Quiet zone harus ada untuk memisahkan QR code dari lingkungan sekitarnya agar scanner dapat mengenalinya tanpa kesulitan. Meskipun kosong, area ini adalah bagian vital dari sebuah QR code.

Fungsi Kode QR

Untuk mengetahui fungsi kode QR simak penjelasan lengkapnya, dilansir dari Adjar.id.

1. Fungsi Kode QR Statis

Jenis ini adalah jenis kode QR yang tidak bisa diubah atau diganti ketika sudah dibuat. Informasi yang sudah dibuat tak akan bisa diganti.

Jenis QR code ini tepat untuk penggunaan pribadi dan QR Code API, yaitu aplikasi untuk membuat kode dalam jumlah banyak, seperti untuk ID karyawan, dokumentasi produk teknis, dan lain-lain.

Beberapa aspek yang menggunakan kode QR statis antara lain:

a.Wi-Fi

Dengan menggunakan kode QR kita bisa mengakses Wi-Fi lebih mudah daripada sebelumnya karena kita tidak harus untuk memasukkan password.

Untuk connect kita hanya perlu scanning kode QR dan kita akan langsung terhubung dengan Wi-Fi yang memang sudah tersedia.

b. Plain Teks

Plain teks adalah sebuah informasi berupa teks yang memberikan kita data atas sesuatu.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kode QR bisa menyimpan hingga 4289 karakter. Ini membuat kita bisa menulis informasi di dalam kode QR yang ada.

c. vCard

Untuk membuat kartu nama dalam QR code, bisa menyimpan hasil desain menjadi desain digital dan menyimpan informasi tersebut di dalam kode QR.

Selanjutnya, orang yang melakukan scan atas kode QR akan diberikan informasi lengkap perihal informasi kartu nama yang kita berikan dalam bentuk desain.

d. E-mail

Sama cara kerjanya dengan plain teks. Dengan kode QR dapat pula disimpan data yang memuat seperti e-mail, nomor telepon, dan informasi lain.

Baca Juga: Buat Para Istri, Ini Aplikasi Cek WhatsApp Suami Tanpa Ketahuan

Baca Juga: 10 Aplikasi Paling Banyak Diunduh pada Agustus 2021, TikTok Teratas

2. Fungsi Kode QR Dinamis

Maksudnya kode QR dinamis adalah jenis kode yang bisa diubah, diperbarui, dan di-update sebanyak apapun yang dibutuhkan.

Tipe QR code ini cocok untuk bisnis dan marketing. Data pada QR dinamis tidak disimpan secara langsung dalam QR code, melainkan diarahkan pada sebuah URL yang ditetapkan pada kode tersebut.

Beberapa aspek yang menggunakan kode QR dinamis antara lain:

a. Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan dengan kode QR selama tersedia fitur scan kode QR. Cukup bawa smartphone dan saldo di dalam aplikasi, bisa melakukan pembayaran tanpa kontak dengan penjaga kasir.

b. Media Sosial

Informasi dari media sosial mulai dari Instagram, Facebook, WhatsApp bisnis, Telegram, dan lainnya dengan satu kode QR.

c. Situs Web Bisnis

Beberapa tempat bisnis menyediakan menu melalui kode QR. Misalnya rumah makan, untuk mengetahui menu makanannya harus melakukan scan kode QR.

Setelah melakukan scanning, akan dibawa ke sebuah website atau page yang menunjukkan menu lengkap dari rumah makan tersebut.

Cara Membuat Kode QR

Sebelum membuat, pikirkan apa tujuan membuat QR code. Ada dua tipe QR code, yaitu statis dan dinamis, yang sesuai untuk tujuan yang berbeda-beda.

Menurut Scanova, ada tiga cara yang bisa dicoba untuk membuat kode QR. Ketiga cara itu yaitu dengan aplikasi QR code generator, QR code API, atau bulk generation services jika ingin membuatnya dalam jumlah yang sangat banyak. (C)

Reporter: Haidir Muhari

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga