Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Dianugerahi Gelar Kehormatan Kesultanan Buton
Elfinasari, telisik indonesia
Kamis, 08 Januari 2026
0 dilihat
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, usai penyematan gelar kehormatan adat oleh Kesultanan Buton, Kamis (8/1/2026). Foto: Elfinasari/telisik
" Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, dianugerahi gelar kehormatan adat oleh Kesultanan Buton dengan sematan “Mia Ogena i Sara Agama” "

BAUBAU, TELISIK.ID - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, dianugerahi gelar kehormatan adat oleh Kesultanan Buton dengan sematan “Mia Ogena i Sara Agama”, di Baruga Keraton Buton pada Kamis (8/1/2026).
Kedatangan Nasaruddin Umar disambut oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Baubau dan Kabupaten Buton.
Penyematan gelar kehormatan adat Kesultanan Buton dilakukan oleh Sultan Buton ke-40, La Ode Muhammad Kariu. Nasaruddin Umar dianugerahi gelar “Mia Ogena i Sara Agama”, yang bermakna pembesar negeri yang mengepalai/memimpin urusan pemerintahan bidang keagamaan.
Baca Juga: Bupati Muna Izinkan Pedagang Korban Kebakaran Kembali Berjualan di Lokasi Pasar Lama Wakuru
Selain itu, Menag Nasaruddin Umar juga secara resmi diangkat sebagai kerabat sekaligus sesepuh Kesultanan Buton.
Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penganugerahan gelar kehormatan adat ini menjadi motivasi besar untuk terus berbuat kebaikan dan mengabdi kepada masyarakat sebagai Menag.
Ia sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Sultan Buton dan masyarakat Kota Baubau atas penghargaan yang diterimanya.
Nasaruddin Umar menilai penghargaan tersebut merupakan simbol kuat persatuan antara adat dan agama yang berjalan seiring dan saling melengkapi.
“Agama tanpa adat tidak akan indah, begitu pula adat tanpa agama tidak berarti. Penyatuan keduanya menjadi fondasi penting yang melahirkan Indonesia,” ujarnya.
Nasaruddin Umar berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Baubau yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, untuk tetap mempertahankan adat istiadat dan menjalankannya sejalan dengan praktik ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Baca Juga: Pasar Wakuru Muna Terbakar Lagi, 40 Kios dan 30 Lapak Hangus Kerugian Rp 1 Miliar
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan dalam tradisi Buton, pemberian gelar kehormatan kesultanan merupakan bentuk penghargaan tertinggi atas sikap mulia, kebijakan, serta keteladanan seseorang yang layak menjadi panutan masyarakat.
“Dalam pandangan kami pemberian gelar adat ‘Mia Ogena i Sara Agama’ kepada Menteri Agama adalah sesuatu yang sangat pantas, karena sosok Pak Nasaruddin adalah diteladani dan telah konsisten mengabdikan diri dengan sepenuh hati untuk menjelajah kemuliaan agama,” ujarnya.
Setelah prosesi penganugerahan gelar, Pemerintah Kota Baubau melakukan tradisi pekande-kandea atau makan bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi. (B)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS