adplus-dvertising

Namanya Dicatut Calo CPNS, Menpan-RB Tjahjo Kumolo Lapor Polisi

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Jumat, 18 September 2020
752 dilihat
Namanya Dicatut Calo CPNS, Menpan-RB Tjahjo Kumolo Lapor Polisi
Menpan-RB, Tjahjo Kumolo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Foto: Ist.

" Ada calo yang telah membuat surat palsu dengan mengatasnamakan saya sebagai Menpan RB. Untuk mengelabui para peserta CPNS. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Ada-ada saja perbuatan oknum calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mencatut nama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo dalam surat palsu sebagai jaminan kelulusan bagi para peserta CPNS.

Aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum calo ini secara resmi telah dilaporkan langsung oleh Tjahjo Kumolo ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (18/9/2020).

Kepada awak media, Tjahjo mengatakan, calo CPNS itu diduga telah membuat surat palsu yang mengatasnamakan namanya.


"Ada calo yang telah membuat surat palsu dengan mengatasnamakan saya sebagai Menpan RB. Untuk mengelabui para peserta CPNS," kata Tjahjo Kumolo saat ditemui usai membuat laporan di Mapolda Metro Jaya.

Diduga surat palsu tersebut, kata mantan Mendagri ini sengaja digunakan untuk menipu korban yang hendak mendaftar CPNS. Dengan meminta imbalan pengurusan senilai Rp 150 juta hingga Rp 400 juta per orang.

Baca juga: Papua Gejolak Lagi, DPR Minta Masyarakat dan TNI-Polri Dilindungi

“Penipuan antara Rp 150 sampai Rp 400 juta,” jelas Tjahjo.

Politikus PDIP itu juga meminta atensi Kapolda Metro Jaya untuk segera menangkap dan mengungkap aksi penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum calo itu.

"Meminta atensi dari Kapolda untuk mengusut tuntas calo-calo CPNS tersebut, karena ini jelas sangat mengkhawatirkan," tegasnya.

Sementara Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana kepada wartawan menyatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut, serta mengungkap aksi penipuan dalam percaloan seleksi CPNS.

"Segera ditindaklanjuti, karena ini adalah kejahatan yang sangat mengkhawatirkan," jelasnya.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga