adplus-dvertising

BKN Prediksi PNS Tak Dibutuhkan Lagi 10 Tahun Mendatang

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Sabtu, 10 Oktober 2020
4690 dilihat
BKN Prediksi PNS Tak Dibutuhkan Lagi 10 Tahun Mendatang
Kepala BKN Pusat, Bima Haria Wibisana. Foto: Repro google.com

" Ke depan 10 tahun lagi mungkin tidak akan seperti itu. Mungkin tidak ada PNS, mungkin semuanya PPPK dan tidak diperlukan lagi PNS ke depan. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Melalui Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan, penerapan work from home (WFH) selama masa pandemi COVID-19 banyak mengubah cara kerja pegawai.

Menurutnya, saat ini juga banyak inovasi yang terlahir saat bekerja dari rumah.

"Tempat bekerja kita juga akan berubah. Proses bisnis kita akan berubah. Saya justru menyukai WFH itu karena dengan begitu inovasi berjalan dengan cepat," kata Bima dalam sesi webinar, dilansir Merdeka.com, Jumat (9/10/2020).


Melihat kondisi tersebut, dia pun tak menyangkal jika posisi beberapa profesi nantinya bakal tergantikan dengan inovasi teknologi.

Baca juga: SBY Disebut Biayai Demo UU Omnibus Law, Demokrat Tempuh Jalur Hukum

Hal itu disebutnya bisa saja turut terjadi pada PNS (Pegawai Negeri Sipil).

"Kalau kemudian inovasi semuanya seperti itu, pertanyaannya apakah PNS itu merupakan permanent job, full time job? Kenapa tidak part time job saja? Project based? Jadi tidak ada lagi yang sakral sekarang ini untuk berubah," ujar Bima.

Dia juga buka kemungkinan jika PNS nantinya tidak akan lagi menjadi full time job dan posisinya tergantikan oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca juga: Mengintip Aset dan Harta Kekayaan Ketua DPR RI Puan Maharani

"Ke depan 10 tahun lagi mungkin tidak akan seperti itu. Mungkin tidak ada PNS, mungkin semuanya PPPK dan tidak diperlukan lagi PNS ke depan," bebernya.

Selain profesi, cara bekerja di masa mendatang juga bakal semakin berubah, khususnya dengan pemanfaatan big data yang harus melakukan integrasi pekerjaan.

Bahwa Bima menilai, semua pegawai saat ini kompak menyerukan betapa pentingnya big data.

"Tapi siapa dari kita yang mengetahui bagaimana melakukan analisa big data? Enggak ada, kecuali dia memang belajar itu. Ini yang memang perlu menjadi perhatian," ungkap Bima. (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Kardin

Baca Juga