adplus-dvertising

Paul Pogba Mundur dari Timnas Gegara Presiden Prancis Dinilai Hina Islam

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Senin, 26 Oktober 2020
2987 dilihat
Paul Pogba Mundur dari Timnas Gegara Presiden Prancis Dinilai Hina Islam
Paul Pogba saat berdoa sebelum pertandingan. Foto: Madaninews.id

" Samuel Paty ditemukan tak bernyawa di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, karena beberapa hari sebelumnya menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh kasus saat mengajar. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Gelandang Manchester United, Paul Pogba, dilaporkan mundur dari Tim Nasional (Timnas) Prancis.

Laporan The Sun, Senin (26/10/2020), keputusan itu diambil Pogba karena Presiden Prancis, Emmanuel Macron, diduga menghina agama yang dianut II Polpo julukan Pogba, yakni Islam.

Pada Rabu 21 Oktober 2020, Macron mengeluarkan kecaman terhadap aksi pembunuhan yang menimpa seorang guru sejarah, Samuel Paty.


Samuel Paty ditemukan tak bernyawa di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, karena beberapa hari sebelumnya menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh kasus saat mengajar.

Dalam pandangan Macron, pelaku dalam pembunuhan Samuel Paty adalah kelompok Islam militan domestik atau biasa disebut Cheikh Yassine. Karena itu, Macron meminta kelompok tersebut dibubarkan demi kebaikan bersama.

Baca juga: Penuhi Janji Ibunya, Khabib Nurmagomedov Pensiun dari MMA

Selain itu, Macron juga meminta Masjid Pantin yang terletak di pinggiran timur laut Paris untuk ditutup. Hal itu karena salah satu jamaah masjid tersebut merupakan wali murid, di mana Samuel Paty mengajar.

Satu lagi, Macron juga mengungkapkan hal kontroversial lain. Ia menyebut Samuel Paty ‘dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita’. Sontak, ucapan Macron mendapat respons dari sejumlah petinggi negara.

Bernama lengkap, Paul Labilé Pogba (lahir di Lagny-sur-Marne, Prancis, 15 Maret 1993, 27 tahun adalah seorang pemain sepak bola profesional Prancis yang bermain untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester United dan tim nasional Prancis.

Ia berposisi sebagai gelandang tengah dan nyaman dalam bermain baik menyerang dan bertahan.

Pogba digambarkan oleh klubnya Manchester United sebagai pemain yang "kuat, terampil, dan kreatif".

Setelah ia pindah ke Juventus F.C. ia mendapatkan julukan Il Polpo Paul (merujuk kepada "Paul si Gurita") karena kakinya yang panjang dan terlihat seperti tentakel ketika melakukan tackle atau pun saat berlari.

Baca juga: Barcelona Vs Real Madrid 1-3, Bukti Zinedine Zidane Tidak Hanya Sesumbar

Selama berkarier di Italia, Pogba menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia, dan menerima penghargaan Golden Boy pada 2013 dan Penghargaan Bravo pada 2014. Pada 2016, Pogba masuk ke dalam UEFA Team of the Year 2015, serta FIFA FIFPro World XI 2015, setelah membantu Juventus mencapai Final Liga Champions UEFA 2015 untuk pertama kalinya setelah 12 tahun sebelumnya.

Setelah penampilannya yang baik bersama Juventus, dia kembali ke Manchester United pada 2016 dengan rekor biaya transfer tertinggi pada saat itu, yakni senilai €105 juta (£89,3 juta).

Biaya tersebut masih menjadi biaya tertinggi yang dibayar oleh suatu klub dari Inggris. Pada musim pertamanya setelah kembali, dia memenangkan Piala Liga dan Liga Europa.

Pogba telah mewakili negaranya pada semua tingkatan umur tim nasional. Bersama tim nasional U-16, dia menjadi kapten bagi negaranya dalam kemenangan di Piala Aegea dan Tournoi du Val-de-Marne, dan pada level tim nasional U-17 ia bermain pada Kejuaraan Sepak Bola U-17 Eropa UEFA 2010.

Dia melakukan debut untuk tim nasional senior Prancis pada 22 Maret 2013 dalam kemenangan 3–1 melawan Georgia. Dia kemudian tampil dengan baik di Piala Dunia FIFA 2014 dan memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik.

Dia kemudian mewakili negaranya pada Piala Eropa 2016 yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara dan menjadi juara kedua, sebelum memenangkan Piala Dunia FIFA 2018 setelah mencetak gol dalam pertandingan final. (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Kardin

TAG:
Baca Juga