adplus-dvertising

Pembangunan Cagar Biosfer Berkelanjutan, Bupati Wakatobi Hadiri Sidang Ke-34 ICC-MAB di Perancis

Boy Candra Ferniawan, telisik indonesia
Sabtu, 25 Juni 2022
560 dilihat
Pembangunan Cagar Biosfer Berkelanjutan, Bupati Wakatobi Hadiri Sidang Ke-34 ICC-MAB di Perancis
Bupati Wakatobi, Haliana (kiri) menghadiri sidang ke-34 ICC-MAB UNISCO di Prancis. Foto: Ist

" Sebagai kabupaten konservasi maritim, Kabupaten Wakatobi berkomitmen untuk mendukung program cagar biosfer secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Sebagai kabupaten konservasi maritim, Kabupaten Wakatobi berkomitmen untuk mendukung program cagar biosfer secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini didukung dengan hadirnya Bupati Wakatobi, Haliana sebagai salah satu perwakilan delegasi Wakatobi, Republik Indonesia (DELRI) yang ikut serta  mengikuti Sidang ke-34 International Coordinating Council  (ICC) Man of  Biosphere (MAB) Programme, UNESCO yang  diselenggarakan di HQ UNESCO Paris, Prancis pada tanggal 13-17 Juni 2022 kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Y. Purwanto DEA (Ketua Komite Nasional MAB Indonesia  BRIN) dan Prof. Dr. Ismunandar (Dubes/Dewatap RI untuk  UNESCO). Beberapa misi utama Delegasi RI terkait rencana periodic review tiga Cagar Biosfer Indonesia yang terdiri dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Cagar Biosfer Cibodas dan Cagar Biosfer Wakatobi.


Selain itu memasukan rencana kawasan Bantimurung Saraung Maros Pangkep sebagai  bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR). Juga menyampaikan laporan  Indonesia (country report) dalam  mengimplementasikan Lima Action Plan (LAP).  

“Indonesia kembali menegaskan bahwa siap  untuk berkolaborasi dalam program MAB terlebih dalam menghadapi tantangan ke depan. Ikut melestarikan keanekaragaman hayati, serta tentunya berupaya mendorong  penggunaan  sumber daya alam dan jasa ekosistem secara berkelanjutan,” ungkap Anang S. Achmadi selaku Delegasi dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN.

Diterangkannya bahwa, hal tersebut merupakan komitmen untuk terus mengembangkan dan  meningkatkan kualitas pengelolaan cagar  biosfer. Dibuktikan dengan keberadaan nyata bahwa untuk tahun ini akan mengusulkan satu  cagar biosfer Bantimurung Saraung Maros Pangkep.

“Indonesia akan terus berupaya memajukan cagar biosfer yang dimilikinya. Terutama menggagas inovasi untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, tetapi juga untuk memberi manfaat sosial-ekonomi pada masyarakat," jelasnya

Sementara itu, melalui konferensi pers bersama awak media Bupati Wakatobi Haliana mengungkapkan dukungan penuh dalam   proses  penyusunan Periodic Review untuk  Cagar Biosfer Wakatobi yang harus di submit  pada November 2022 akan datang. 

Baca Juga: Kasus Korupsi Dana PEN Kolaka Timur, KPK Beri Warning Kepala Daerah

“Cagar Biosfer Wakatobi sebagai aspek konservasi, ekonomi dan pembangunan berselaras dalam mendukung perencanaan membangun di wilayah Wakatobi. Terutama mendukung program konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Haliana, Sabtu (25/6/2022).

Haliana juga menyampaikan saat ini dalam proses penyiapan data-data yang diperlukan selama 10 tahun kebelakang baik terkait  kegiatan pembangunan masyarakat  berkelanjutan, konservasi hutan dan lautnya hingga berbagai ekosistem lainnya.

Bupati Wakatobi, Haliana mengikuti sidang bersama 100 partisipan  dari 34 negara anggota ICC MAB. Foto: Ist

 

“Dalam rangka evaluasi oleh UNESCO 10 tahun kebelakang, sementara masih dalam progres perampungan. Kita sudah siap untuk menyambut delegasi UNESCO Indonesia untuk melakukan submit atau verifikasi langsung di Kabupaten Wakatobi,” tuturnya

Bupati Wakatobi kembali menegaskan pentingnya dukungan dan masukan dari berbagai pihak untuk memaksimalkan tata kelola cagar biosfer. Menggerakkan kegiatan produksi dan kelestarian budaya.

Baca Juga: Begini Peran Adik Bupati Muna dalam Kasus Suap Dana PEN Kabupaten Kolaka Timur

“Tidak hanya mendapat pengakuan bahwa dari segi pariwisata, pengolahan alam yang berimbas pada produk-produk yang di jual. Namun juga  memberikan pemahaman lingkungan yang terjaga. Dimana semua kegiatan dapat menjangkau keberlanjutan dengan penanganan secara konsevasi,” tegasnya

Diketahui Sidang Sidang ke-34 International  Coordinating Council (ICC) Man of Biosphere  (MAB) Programme, UNESCO (ICC) MAB dihadiri oleh sekitar 100 orang anggota delegasi yang terdiri dari 34 negara anggota ICC MAB dan  juga negara-negara non-anggota ICC MAB  sebagai observer. Sebelumnya pada Juli 2012 UNESCO telah menetapkan Wakatobi sebagai salah satu cagar biosfer.(A-Adv)

Penulis: Boy Candra Ferniawan

Editor: Musdar

Artikel Terkait
Baca Juga