MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna bereaksi keras terhadap pernyataan salah satu Calon Wakil Bupati (Cawabup), Syarifudin Uddu (SU), yang menyoroti Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), SPPD, dan pencairan Dana Desa (DD) yang viral di media sosial.

Informasi yang disampaikan oleh SU dianggap tidak benar dan merupakan hoaks. Pemkab merasa difitnah demi kepentingan politik.

Dalam video berdurasi 7 menit 11 detik, mantan Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menyebut bahwa Pemkab Muna adalah daerah terakhir di Indonesia yang baru memberikan TPP bagi ASN. Bahkan, katanya, pencairannya perlu dorongan ekstra.

Menurut SU, jika dirinya dan La Ode Husuna Ringa Jhon terpilih, mereka akan meningkatkan TPP hingga 100 persen dari yang ada saat ini.

Selain itu, SU menyoroti biaya perjalanan dinas dalam kota (SPPD) sebesar Rp10 ribu per hari yang menurutnya tidak layak. Berdasarkan pengalamannya di Jakarta, biaya perjalanan dinas per hari adalah Rp270 ribu. Jika terpilih, mereka berencana menaikkannya menjadi Rp150 ribu per hari.