Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel Segera Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Bahlil

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 12 Mei 2026
0 dilihat
Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel Segera Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Lahadalia memastikan impor minyak Rusia 150 juta barel segera masuk Indonesia dalam waktu dekat. Foto: Instagram@bahlillahadalia

" Pemerintah memastikan rencana impor minyak mentah dari Rusia dengan volume 150 juta barel segera direalisasikan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah memastikan rencana impor minyak mentah dari Rusia dengan volume 150 juta barel segera direalisasikan. Proses kerja sama kedua negara tersebut kini diklaim telah memasuki tahap akhir, setelah seluruh kesepakatan kontrak diselesaikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kesepakatan antara Indonesia dan Rusia sudah tidak lagi berada pada tahap negosiasi. Pemerintah saat ini hanya menunggu pelaksanaan teknis pengiriman yang dijadwalkan segera dilakukan.

“Secara deal sudah, kontrak sudah, sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin 1–2 minggu ini sudah bisa (dikirim),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (12/5/2026).

Menurut Bahlil, impor minyak tersebut merupakan bagian dari kerja sama energi yang telah dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi sebelumnya. Kesepakatan itu diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Hasil Nego Tarif Prabowo dengan Trump, Barang Impor AS Masuk RI Tak Perlu Dilabeli Sertifikasi Halal

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa komitmen impor minyak dari Rusia masih dalam tahap finalisasi teknis dan regulasi. Pemerintah sedang menyusun mekanisme pelaksanaan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

“Untuk ini komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” ujar Yuliot.

Baca Juga: B50 Siap Edar ke Seluruh SPBU, Indonesia Stop Impor Solar Awal Juli 2026

Ia menambahkan bahwa skema pelaksanaan impor masih dikaji, termasuk penentuan lembaga pelaksana. Pemerintah mempertimbangkan dua opsi, yakni melalui badan usaha milik negara atau badan layanan umum.

“Jadi sekarang kita tinggal instrumen bagaimana kita mengimpornya. Apakah langsung Badan Usaha Milik Negara atau ini ada BLU. Ini dua opsi ini lagi kita siapkan payung regulasinya,” katanya.

Pemerintah menegaskan bahwa pengaturan mekanisme ini bertujuan memastikan proses impor berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan energi nasional di tengah fluktuasi pasar minyak global. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga