Pemprov Sulawesi Tenggara Target Pembangunan Jalan 2026, Akses Sekolah Garuda jadi Prioritas

Erni Yanti, telisik indonesia
Jumat, 30 Januari 2026
0 dilihat
Pemprov Sulawesi Tenggara Target Pembangunan Jalan 2026, Akses Sekolah Garuda jadi Prioritas
Plt Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pantja Widhia Justianus Tolla berfokus pembangunan jalan provinsi. Foto: Erni Yanti/Telisik.

" Pemprov Sultra memprioritaskan pembangunan jalan di Kawasan Nelayan Merah Putih (KNMP) "

KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga, menjadikan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan sebagai salah satu prioritas utama tahun 2026.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dalam mendukung program-program strategis Pemerintah Pusat, khususnya di sektor pendidikan, ketahanan pangan, dan pengembangan kawasan prioritas.

Dalam pembangunan tersebut, fokus diarahkan pada penanganan ruas-ruas jalan kewenangan provinsi melalui pekerjaan rekonstruksi dan pemeliharaan guna memastikan konektivitas antar wilayah tetap terjaga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pantja Widhia Justianus Tolla mengatakan, pada tahap awal pelaksanaan 2026, pihaknya menargetkan penanganan sekitar 30 kilometer ruas jalan provinsi, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Pembangunan jalan kita arahkan untuk mendukung kawasan-kawasan yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat, terutama kawasan produksi pangan, kawasan nelayan, dan kawasan pendidikan unggulan,” kata Pantja saat diwawancarai di kantornya, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Pemprov Sulawesi Tenggara Rehab 1.000 Rumah Tak Layak Huni

Salah satu fokus pembangunan jalan tahun 2026 adalah peningkatan akses menuju Sekolah Garuda di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Pembangunan akses jalan tersebut merupakan tindak lanjut hasil audiensi Gubernur Sultra dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, di Jakarta, Senin (26/1/2026), yang membahas dukungan daerah terhadap pelaksanaan Program Sekolah Garuda.

Ia menjelaskan, akses jalan menuju Sekolah Garuda direncanakan sepanjang kurang lebih 515 meter dan saat ini masih dalam tahapan survei teknis untuk memastikan desain serta kebutuhan anggarannya. Peningkatan akses ini diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas pendidikan di kawasan sekolah unggulan tersebut.

Selain sektor pendidikan, Pemprov Sultra juga memprioritaskan pembangunan jalan di Kawasan Nelayan Merah Putih (KNMP), sepanjang 1 kilometer.

Dukungan serupa juga direncanakan di Kabupaten Bombana, dengan panjang penanganan jalan diproyeksikan mencapai sekitar 10 kilometer, menyesuaikan hasil survei teknis dan ketersediaan anggaran.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil perikanan dan pangan, serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir dan sentra produksi.

Tak hanya itu, Pemprov Sultra juga memberikan perhatian pada peningkatan akses jalan untuk mendukung kawasan pariwisata, termasuk akses menuju fasilitas penyeberangan ke Pulau Bokori, yang berada dalam kawasan strategis pengembangan daerah.

Dalam pelaksanaannya, seluruh pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan jalan akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca Juga: ESDM Sultra Sebut Penerbitan WIUP PT Adnan Jaya Sekawan di Pulau Wawonii Tidak Ada Intervensi Gubernur ASR

Proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang dengan seleksi ketat guna memastikan penyedia jasa memiliki kapasitas, kapabilitas, dan pengalaman yang memadai.

“Untuk pekerjaan jalan, jika tidak ada kendala non teknis, umumnya dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Kami juga melakukan pengawasan dan pengujian material secara bertahap untuk menjamin kualitas pekerjaan,” ujar Pantja.

Sementara itu, pada sektor sumber daya air, Pemprov Sultra tetap mengoptimalkan pengelolaan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi, terutama pada tiga wilayah sungai, yakni Wilayah Sungai Poleang Roraya, Wilayah Sungai Muna, dan Wilayah Sungai Buton. (C)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga