KENDARI, TELISIK. ID – Kisruh kepemilikan tanah di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, yang saat ini tanah tersebut telah berdiri pondok pesanter (Ponpes) Ihya Assunnah. Kisruh tersebut melibatkan pimpinan Ponpes Muhammad Sutamin dan Mardin More.
Baca Juga: Dirjen Kemenag RI Berikan Kuliah Umum di IAIN Kendari
Saat memberikan klarifikasi mengenai kisruh yang melibatkan kedua belahpihak, Sutamin menceritakan bagaimana ia mendapat ancaman dari keluarga Mardin More yakni anaknya sendiri yang sebagai anggota TNI Angkatan Laut (AL), dengan inisial Letkol Marinir AF.
Dia membenarkan, bahwa oknum TNI AL yakni Letkol Marinir AF melakukan penodongan pistol sebanyak dua kali kepada Sutamin. Penodongan pertama dilakukan di Ponpes yang dipimpinnya, kemudian aksi penodongan kali kedua dilakukan di Pos AL Kolaka.
Pada saat itu, Mardin More mendatangi Pondok Pesantren, bersama anaknya yang berpangkat Letkol Marinir AL didampingi oleh dua anggota TNI AL.
