Percuma BLT Pak Jokowi, Banyak yang Tak Tepat Sasaran

Musdar, telisik indonesia
Rabu, 07 September 2022
0 dilihat
Percuma BLT Pak Jokowi, Banyak yang Tak Tepat Sasaran
Presiden Jokowi diminta menormalkan harga BBM subsidi karena kompensasi dari kenaikan harga BBM berupa BLT selama ini tidak tepat sasaran. Foto: Repro Inews

" Banyak netizen menyoroti pembagian BLT yang selama ini tidak tepat sasaran. Mereka meminta Jokowi mengembalikan pertalite ke harga semula ketimbang memberikan BLT "

KENDARI, TELISIK.ID - Presiden Jokowi diserang netizen. Postingan foto Jokowi sedang memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor Pos Bandar Lampung dibanjiri komentar. Tidak sedikit komentar kritik membanjiri postingan 4 September 2022 itu.

Banyak netizen menyoroti pembagian BLT yang selama ini tidak tepat sasaran. Oleh karena itu warga net meminta Jokowi mengembalikan pertalite ke harga semula ketimbang memberikan BLT.

"Percuma BLT Pak, banyak yang tidak tepat sasaran. Turunkan harga pertalite sekarang juga," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

"BBM naik, otomatis sembako juga ikutan naik, karena semua armada angkutan pakai BBM. Makin parah Indonesia saat ini. BLT tidak merata, hanya sebagian warga yang dapat," tambah netizen lainnya.

"Sayangnya BLT di tempatku pembagiannya tidak merata karena yang dapat kebanyakan para saudara dan kerabat pejabat/pamong desa setempat," timpal netizen lainnya.

Baca Juga: BBM Naik, Pertalite Rp 10.000 dan Pertamax Rp 14.500, Jokowi: Pilihan Terakhir

"Kebanyakan tidak tepat sasaran pakde," imbuh netizen lainnya.

Sebelumnya Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto meminta seluruh kader PDIP di Sulawesi Tenggara membantu pemerintahan Jokowi turun ke masyarakat menjelaskan terkait keputusan Jokowi menaikkan harga BBM dan mengawasi program bantuan sosial atau bansos.

"Daripada ikut sibuk urusan pilpres yang masih tahun depan, lebih baik partai turun ke masyarakat membantu pemerintahan Jokowi, bantu memberikan penjelasan ke rakyat, kita bantu mengawasi program bantuan sosial," ucap Hasto.

Baca Juga: Pimpinan Pusat Surati Presiden, PKS Jawa Timur Tolak Kenaikan BBM

Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM subsidi dan non subsidi pada 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Harga pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter dan pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Keputusan ini disambut unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di beberapa daerah di Indonesia. (A)

Penulis: Musdar

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga